Covid-19 benar-benar merupakan hal baru, dan melalui pandemic ini kami belajar banyak hal. Tak ada yang menyangka bahwa pandemic ini akan berkepanjangan, hampir setahun lamanya. Hampir semua bidang kehidupan terdampak akibat pandemic ini, namun di sisi lain ada juga yang menjadi lebih kreatif berkat adanya pandemic ini. Setiap hari, kita dihadapkan pada pemberitaan mengenai peningkatan jumlah orang yang terinfeksi virus tersebut, bahkan tak sedikit yang tak tertolong nyawanya. Ratusan jiwa tenaga medis Indonesia, baik itu dookter, perawat, atau pun orang-orang yang berjibaku dalam penanganan Covid-19 ini, telah mendahului kita. Rasa-rasanya, jika ini terjadi pada keluarga saya, tentunya tak mudah untuk meneruskan kehidupan. Masih lekat dalam ingatan, ketika seorang dokter yang dinyatakan positif kemudian menjenguk kedua anaknya tanpa bisa memeluk atau pun sekedar bersalaman, dan ternyata itulah pertemuan terakhir mereka. Istrinya luar biasa tegar, dan pastilah dia seorang Muslimah yang sangat kuat. Teriring doa, semoga semua keluarga yang ditinggalkan oleh para pejuang Covid-19 diberikan kekuatan dan kesabaran, serta diberikan kemudahan untuk meneruskan kehidupannya.
Kembali pada renungan akhir tahun, tak ada yang lebih tepat selain mengevaluasi diri sendiri, apa saja yang telah kita lakukan setahun ini. Bila di awal tahun kita telah membuat perencanaan, maka di akhir tahun ini merupakan saat yang tepat untuk mengevaluasi pencapaian dari rencana-rencana tersebut. Kendala atau hambatan apa saja yang dialami sehingga rencana tersebut tidak terlaksana, sepantasnya menjadi catatan untuk kita perbaiki di tahun yang akan datang. Memang tak ada yang tahu berapa panjang umur kita, tetapi yang pasti, kita bisa merencanakan agar hidup ini lebih bermakna. Tentunya menjadi harapan bagi kita, untuk bisa menjadi sebaik-baik manusia. Semoga!







0 komentar:
Posting Komentar