Home

Minggu, 27 Desember 2020

Mengisi Liburan Akhir Tahun dalam Situasi Pandemic Covid-19

 



Libur telah tiba, Libur telah tiba, Hore! Hore! Hore!

Simpanlah tas dan bukumu, Lupakan keluh kesahmu

Libur telah tiba, Libur telah tiba, Hatiku gembira .

.............

Potongan lagu yang dinyanyikan oleh Tasya tersebut, pasti sangat familiar di telinga kita yang lahir pada tahun 1980-an, karena lagu tersebut merupakan salah satu lagu anak populer pada masa tersebut, dan tentu saja masih digemari oleh anak-anak pada hari ini. Kegembiraan anak sekolah menyambut liburan, yang pastinya sudah terbayang mereka lepas dari kepenatan belajar di sekolah. Terbayang mereka akan melewatkan liburan bersama keluarga, entah mengunjungi saudara, mengunjungi tempat-tempat wisata, atau sekedar makan bersama di luar. 

Namun, liburan akhir tahun 2020 ini terasa berbeda, karena masih dalam masa pandemic Covid-19. Perjalanan wisata mengalami beberapa penyesuaian, di antaranya harus mengantongi hasil tes rapid antigen negatif Covid-19; selama perjalanan mengikuti protokol kesehatan (dicek suhu, menggunakan masker, jaga jarak);  dan beberapa tempat wisata juga menerapkan pembatasan jumlah pengunjung untuk menghindari kerumunan massa.

Begitu pun untuk perjalanan ke luar kota, mengikuti protokol kesehatan sebagaimana perjalanan wisata. Selain itu, untuk kelompok anak-anak terlebih balita dan juga kelompok lansia, yang merupakan kelompok rentan terpapar Covid-19, sangat disarankan untuk tidak bepergian ke luar kota jika memang tidak mendesak. Bahkan, beberapa lembaga pemerintah juga menerapkan sanksi bagi pegawai yang nekat melakukan perjalanan ke luar kota (di luar kedinasan). Cuti bersama akhir tahun pun ditiadakan, sehingga diharapkan mampu menekan jumlah perjalanan ke luar kota.

Beberapa hari yang lalu, umat Nasrani juga merayakan Natal dalam suasana penuh kesederhanaan, karena memang Pemerintah menghimbau agar perayaan Natal tidak mengundang kerumunan massa yang bisa berdampak fatal, yaitu lonjakan kasus Covid-19. Begitu pula perayaan pergantian tahun, sejak dini telah diberikan peringatan untuk tetap menaati protokol kesehatan dan menghindari potensi kerumunan massa. Bahkan, disarankan untuk tidak meniup terompet karena dikhawatirkan menjadi media penularan Covid-19. Mohon maaf, mengenai pembatasan terompet ini tidak bermaksud melukai para pedagang terompet musiman, yang mencari peruntungan setahun sekali pada perayaan Tahun Baru, tetapi lebih semata-mata peningkatan kewaspadaan.

Virus Corona yang sudah bermutasi dan memunculkan banyak varias baru, selayaknya mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak, tidak hanya pemerintah, peneliti, tenaga medis, tetapi yang tidak kalah penting adalah dari masyarakat. Berapa ratus bahkan berapa ribu yang melayang karena virus ini, dan pandemic ini belum menunjukkan tren penurunan. Justru beberapa bulan belakangan menunjukkan peningkatan kasus, baik dipicu karena adanya long week end  maupun (diduga) karena masyarakat sudah lelah dengan pembatasan-pembatasan yang ada. 

Lantas, bagaimana kita menyikapi liburan akhir tahun? Bagi kita yang sudah dewasa, barangkali tidak terlalu menjadi masalah. Namun, bagaimana dengan anak-anak yang memang sangat merindukan saat-saat berlibur bersama keluarga? Baiklah, kita perlu mengomunikasikan dengan bijaksana kepada mereka, tanpa merampas hak-hak mereka untuk menikmati liburan. Berikut ini beberapa alternatif yang bisa kita lakukan untuk mengisi liburan bersama anak-anak dalam situasi pandemic Covid-19:

1. Libatkan anak untuk berbagi tugas menyelesaikan pekerjaan di rumah; misalnya ada yang bertugas menyapu, menyiram tanaman, merapikan mainan adik, bahkan berbelanja sayur atau pun barang-barang lain di warung dekat rumah.

2. Ajak anak untuk memasak bersama, sesekali mencoba resep baru yang dilihat di tayangan TV atau pun di Youtube; anak akan sangat menikmati kebersamaan bersama orang tuanya di dapur, dan setelah itu bersama-sama menyantap hasil kreasi masakannya.

3. Buatlah kesepakatan dengan anak mengenai jadwal kegiatan liburan, sampai awal masuk sekolah, sehingga mereka punya gambaran apa saja yang akan mereka kerjakan. Jangan lupa selipkan jadwal untuk mereka bersenang-senang, misalnya berenang atau pun bersepeda, silaturahim ke rumah saudara yang tidak terlalu jauh (tidak harus menginap, karena situasi sedang pandemic). Selain itu, selipkan juga jadwal untuk membuka buku pelajaran, walaupun hanya bersifat membaca atau pun latihan ringan.

4. Berikan motivasi dan apresiasi kepada anak-anak untuk lebih bersemangat dalam beribadah harian. Bagi yang Muslim, misalnya tumbuhkan kesadaran anak untuk sholat 5 waktu, syukur-syukur ditambah sholat sunnah Dhuha, serta hafalan Quran. Berikan rewards sesuai dengan kesepakatan, insya Allah mereka akan bersemangat dan lupa bahwa sebetulnya mereka sedang melewatkan liburan.

5. Ajarkan anak untuk hemat, dan jika memungkinkan, ajak mereka untuk berbagi kepada sesama. Melalui pembelajaran nyata seperti ini, anak-anak tidak akan protes kenapa mereka tidak berlibur ke luar kota, karena mereka memahami bahwa ketika berbagi kepada sesama, maka mereka mendapatkan kebahagiaan yang tidak terkira.

Nah, itu saja lima tips yang bisa saya bagikan untuk kesempatan kali ini. Selamat mencoba, dan mudah-mudahan liburan akhir tahun ini menjadi istimewa bagi kita semua!  


0 komentar:

Posting Komentar