ABSTRAK
Proses pembelajaran Geografi di
kelas X.1-X.7 SMAN 3 Babelan pada semester gasal tahun pelajaran 2015/2016
dapat dikatakan belum berhasil, karena hasil belajar yang diperoleh pada saat
evaluasi pembelajaran menunjukkan rata-rata nilai yang masih rendah. Salah satu
faktor penyevab rendahnya hasil belajar tersebut adalah minat belajar siswa
yang masih rendah pula. Oleh karena itu, penulis berupaya untuk meningkatkan
minat belajar tersebut sekaligus meneliti pengaruhnya terhadap hasil belajar
siswa. Melalui hasil pengamatan di kelas selama kegiatan presentasi dan dokumen
nilai hasil evaluasi pembelajaran, diperoleh hasil bahwa kegiatan presentasi
mampu meningkatkan minat dan hasil belajar siswa secara signifikan.
Kata
kunci: minat belajar, hasil belajar, presentasi, pembelajaran
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Secara umum, proses pembelajaran
Geografi di kelas X.1-X.7 SMAN 3 Babelan pada semester gasal tahun pelajaran
2015/2016 dapat dikatakan belum berhasil. Hal tersebut ditunjukkan oleh masih
rendahnya rata-rata nilai hasil belajar baik pada ulangan harian, ulangan
tengah semester, maupun ulangan akhir semester.
Banyak faktor yang mempengaruhi kondisi
tersebut, antara lain: kemampuan guru dalam mengelola kelas, metode dan media
pembelajaran yang digunakan, ketersediaan sumber belajar bagi siswa baik di
rumah maupun di sekolah, serta sarana
prasarana pendukung di sekolah seperti perpustakaan dan ruang kelas yang
kondusif. Beberapa faktor tersebut diyakini sangat berpengaruh terhadap minat
belajar siswa dan pada akhirnya akan berpengaruh pula terhadap hasil belajar
mereka.
Oleh karena itu, penulis tertarik untuk
melakukan sebuah penelitian eksperimental berjudul “Upaya Peningkatan Minat dan Hasil Belajar Siswa Melalui Kegiatan
Presentasi pada Pembelajaran Geografi Kelas X Semester Genap”, dan hasilnya
didokumentasikan dalam bentuk makalah sederhana ini. Melalui kegiatan
penelitian dan penulisan makalah, diharapkan dapat memberikan kontribusi
positif berupa peningkatan kualitas pembelajaran Geografi khususnya di kelas X
SMAN 3 Babelan yang salah satu indikatornya adalah terjadi peningkatan minat
dan hasil belajar siswa. Selain itu, diharapkan pula hal ini akan menjadi
inspirasi bagi para guru khususnya di lingkungan SMAN 3 Babelan untuk mengasah
keterampilan meneliti dan menulis ilmiah sebagai salah satu bentuk kegiatan
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) sekaligus upaya untuk memenuhi
persyaratan Penetapan Angka Kredit (PAK).
1.2
Rumusan
Masalah
Berdasarkan
latar belakang, maka rumusan masalah yang berusaha penulis jawab melalui
serangkaian kegiatan penelitian ini, dapat dirumuskan sebagai berikut:
a. Apa
saja faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa?
b. Apakah
minat dan hasil belajar siswa berkorelasi positif?
c. Bagaimana
pengaruh kegiatan presentasi terhadap minat dan hasil belajar siswa?
1.3
Tujuan
Berdasarkan
rumusan masalah, maka tujuan penelitian dan penulisan makalah ini dapat
dirumuskan sebagai berikut:
a. Mengetahui
faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa.
b. Mengetahui
korelasi antara minat dengan hasil belajar siswa.
c. Mengetahui
pengaruh kegiatan presentasi terhadap minat dan hasil belajar siswa.
1.4
Manfaat
Ada
pun manfaat yang dapat diambil dari kegiatan penelitian dan penulisan makalah
ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
a. Permasalahan
dalam proses pembelajaran Geografi di kelas X dapat teridentifikasi dan diupayakan
penyelesaiannya.
b. Tumbuhnya
budaya 3M (Membaca, Meneliti, dan Menulis) di kalangan guru dan diharapkan hal
tersebut akan mengimbas kepada para siswa.
c. Memudahkan
guru dalam melaksanakan kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)
dan memenuhi persyaratan Penetapan Angka Kredit (PAK).
1.5
Sistimatika
Penulisan
Makalah ini disusun menggunakan
sistimatika penulisan sebagai berikut:
Bab 1 Pendahuluan
1.1 Latar
Belakang
1.2 Rumusan
Masalah
1.3 Tujuan
1.4 Manfaat
1.5 Sistimatika
Penulisan
Bab 2 Tinjauan Pustaka
2.1
Minat dan Hasil Belajar
2.2
Media Pembelajaran
2.3
Metode Pembelajaran
Bab 3 Metode Penelitian
3.1 Waktu dan Tempat Penelitian
3.2 Subjek dan Objek Penelitian
3.3 Metode dan Instrumen Pengumpulan Data
3.4 Metode Analisis
Bab 4 Pembahasan
4.1 Minat dan Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas X pada Semester
Gasal
4.2 Identifikasi Penyebab Rendahnya Minat dan Hasil Belajar
Siswa
4.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Belajar Siswa
4.4
Korelasi Minat dan Hasil Belajar Siswa
4.5
Kegiatan Presentasi dan Peningkatan Minat serta Hasil Belajar Siswa
Bab 5 Penutup
5.1 Simpulan
5.2 Saran
BAB
2
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1
Minat
dan Hasil Belajar
Vernon
A. Magnese, 1983, dalam Bobbi de Porter (2003: 57) mengemukakan bahwa pada
umumnya kita belajar 10% dari apa yang kita baca, 20% dari apa yang kita
dengar, 30% dari apa yang kita lihat, 50% dari apa yang kita lihat dan dengar,
70% dari apa yang kita katakan, dan 90% dari apa yang kita katakan dan lakukan.
Brundler
dan Grinder, 1981, dalam Bobbi de Porter (2003: 85) mengemukakan bahwa meskipun
kebanyakan orang memiliki akses terhadap ketiga modalitas (visual, auditorial,
dan kinestetik), namun hampir semua orang cenderung pada salah satu modalitas
belajar.
Bobbi
de Porter (2003: 85-86) mengemukakan bahwa pada umumnya kita memiliki
kecenderungan modalitas mengajar yang sama dengan gaya belajar kita. Hal itu
terjadi secara alamiah. Tapi, tidak demikian dengan siswa kita. Sebagian
mungkin memiliki modalitas belajar yang sama dengan kita, tapi muungkin banyak
yang tidak. Bukankah kita senang dapat mengajar semua siswa dengan modalitas
berbeda-beda dan melakukannya secara konsisten? Meskipun cara belajar dan
mengajar kita mencerminkan kecenderungan modalitas kita, penelitian menunjukkan
bahwa semakin banyak modalitas yang kita libatkan secara bersamaan, belajar
akan semakin hidup, berarti, dan melekat.
Dengan
demikian, untuk menumbuhkan minat belajar siswa maka salah satu hal penting
yang harus diperhatikan guru adalah kecenderungan modalitas belajar dirinya
sendiri dan modalitas belajar yang dimiliki para siswanya. Apabila proses
identifikasi ini berhasil dengan baik, maka langkah selanjutnya untuk mencapai tujuan
pembelajaran atau hasil pembelajaran yang optimal adalah dengan merancang media
serta metode pembelajaran yang tepat.
Hasil
pembelajaran yang dimaksud, sebagaimana dikemukakan oleh Bloom dalam Suprijono
(2010: 7), meliputi kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Untuk
mengukur ketiga kemampuan tersebut, disusunlah berbagai tehnik dan instrumen
penilaian sehingga proses pembelajaran dapat dievaluasi tingkat
keberhasilannya.
2.2
Media
Pembelajaran
Daryanto
(2010: 5-6) mengemukakan bahwa proses belajar mengajar hakikatnya adalah proses
komunikasi, penyampaian pesan dari pengantar ke penerima. Pesan berupa isi atau
ajaran yang dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi baik verbal (kata-kata
dan tulisan) maupun non verbal.
Menurutnya,
media pembelajaran memiliki kegunaan sebagai berikut:
a. Memperjelas
pesan agar tidak terlalu verbalistis.
b. Mengatasi
keterbatasan ruang, waktu, tenaga, dan daya indera.
c. Menimbulkan
gairah belajar, interaksi lebih langsung antara siswa dengan sumber belajar.
d. Memungkinkan
siswa belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori, dan
kinestetiknya.
e. Memberi
rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman dan menimbulkan persepsi yang
sama.
f. Dapat
digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran) sehingga dapat
merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar
untuk mencapai tujuan belajar.
Meskipun demikian, terdapat beberapa
hambatan komunikasi dalam proses pembelajaran yang perlu diantisipasi oleh
guru, antara lain:
a. Verbalisme;
maksudnya siswa dapat menyebutkan kata tetapi tidak mengetahui artinya karena
biasanya guru mengajar hanya dengan penjelasan lisan atau ceramah sehingga
siswa hanya sekedar menirukan apa yang dikatakan guru.
b. Salah tafsir;
maksudnya istilah atau kata yang sama diartikan berbeda oleh siswa karena
biasanya guru hanya menjelaskan secara lisan tanpa menggunakan media
pembelajaran lain misalnya gambar, bagan, atau model.
c. Perhatian tidak
terpusat; karena beberapa faktor antara lain:
gangguan fisik, ada hal lain yang lebih menarik perhatian siswa, siswa melamun,
cara guru membosankan, cara menyajikan bahan pelajaran tanpa variasi, serta
kurang adanya pengawasan dan bimbingan guru.
d. Tidak terjadi pemahaman;
maksudnya siswa kurang memiliki kebermaknaan logis dan psikologis, karena apa
yang dilihat atau diamati dialami secara terpisah sehingga tidak terjadi proses
berpikir yang logis mulai dari kesadaran hingga timbulnya konsep.
Sebagai pertimbangan dalam pembuatan
media pembelajaran, alangkah baiknya jika para guru mempertimbangkan beberapa
landasan penggunaan media pembelajaran sebagaimana yang dikemukakan oleh
Daryanto (2010: 12-16), sebagai berikut:
a.
Landasan
Filosofis
Jika
guru menganggap siswa sebagai anak manusia yang memiliki kepribadian, harga
diri, motivasi, dan kemampuan pribadi yang berbeda dengan yang lain, maka baik menggunakan media hasil teknologi baru
maupun tidak, maka proses pembelajaran yang dilakukan tetap menggunakan
pendekatan humanis.
b.
Landasan
Psikologis
Dengan memperhatikan
kompleks dan uniknya proses belajar, maka ketepatan
pemilihan media dan metode pembelajaran sangat berpengaruh terhadap hasil
belajar siswa. Selain itu, persepsi siswa juga sangat mempengaruhi hasil
belajar sehingga pemilihan media
diusahakan tepat, menarik perhatian siswa, memberikan kejelasan objek yang
diamati, dan menyesuaikan bahan pembelajaran dengan pengalaman siswa.
c.
Landasan
Teknologis
Teknologi pembelajaran
merupakan proses kompleks dan terpadu
yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk
menganalisis masalah, mencari cara pemecahan, melaksanakan, menegevaluasi,
serta mengelola pemecahan masalah-masalah dalam situasi kegiatan belajar.
d.
Landasan
Empirik
Temuan-temuan
penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara penggunaan media
pembelajaran dengan karakeristik belajar siswa. Artinya, siswa akan mendapatkan
keuntungan yang signifikan apabila ia belajar menggunakan media yang sesuai
dengan karakteristik, tipe, atau gaya belajarnya. Oleh karena itu, pemilihan media pembelajaran sebaiknya bukan
atas dasar kesukaan guru melainkan pada kesesuaian antara karakteristk gaya
belajar siswa, karakteristik materi pembelajaran, serta karakteristik media
pembelajaran itu sendiri.
2.3
Metode
Pembelajaran
Metode pembelajaran dapat diartikan
sebagai strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru sebagai media untuk
mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Sementara itu, beberapa strategi
pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru menurut Departemen Pendidikan
Nasional melalui kegiatan Diklat/Bimtek KTSP (2009), antara lain:
a. Ekspositori,
dengan metode pembelajaran berupa kegiatan ceramah inetaraktif, presentasi, diskusi kelas, diskusi
kelompok, pembelajaran kooperatif, atau pun pembelajaran kolaboratif.
b. Diskoveri Inkuiri,
dengan metode pembelajaran berupa kegiatan demonstrasi, eksperimen, observasi,
eksplorasi dan kajian pustakan atau internet, tanya jawab, serta simulasi.
Pemilihan metode pembelajaran yang tepat
merupakan salah satu faktor penentu efektivitas proses pembelajaran. Hal ini
sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Vernon A. Magnese, 1983, dalam Bobbi
de Porter (2003: 57), bahwa pada umumnya kita belajar 10% dari apa yang kita
baca, 20% dari apa yang kita engar, 30% dari apa yang kita lihat, 50% dari apa
yang kita lihat dan dengar, serta 70% dari apa yang kita lakukan, dan 90% dari
apa yang kita katakan dan lakukan.
Dengan demikian, melalui kegiatan
presentasi, diharapkan efektivitas pembelajaran akan mencapai 50%-90%. Mengapa
demikian? Karena, ketika siswa menjadi audiens maka mereka akan melihat dan
mendengar (tingkat efektivitas 50%), sedangkan ketika menjadi penyaji maka
mereka akan mengatakan dan melakukan (tingkat efektivitas 70%-90%).
Meskipun demikian, tentu saja masih ada
lagi beberapa faktor lain yang perlu diperhatikan oleh guru maupun siswa
sehingga proses pembelajaran benar-benar efektif. Tingkat efektivitas tersebut dapat
diukur melalui minat pada saat proses pembelajaran serta hasil belajar pada
saat evaluasi pembelajaran.
BAB
3
METODE
PENELITIAN
3.1
Waktu
dan Tempat Penelitian
Penelitian
ini dilaksanakan pada semester 2 tahun pelajaran 2015/2016, tepatnya tanggal 18 Januari s.d 4 Juni 2016, bertempat
di SMA Negeri 3 Babelan Kabupaten Bekasi.
3.2
Subjek
dan Objek Penelitian
Subjek
pada penelitian ini adalah penulis sebagai guru mata pelajaran Geografi, serta
siswa kelas X.1-X.7 sebagai pelaku dalam kegiatan presentasi. Ada pun objek
penelitian adalah minat dan hasil belajar, yang akan diukur pada saat proses
pembelajaran dan pada saat evaluasi proses pembelajaran.
3.3
Metode
dan Instrumen Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan
adalah observasi/pengamatan pada saat proses pembelajaran, serta metode tes
pada saat evaluasi proses pembelajaran. Ada pun instrumen pengumpulan data yang
digunakan adalah lembar observasi/pengamatan untuk mengukur minat siswa pada
saat proses pembelajaran berlangsung, serta instrumen berupa data nilai harian
(NH), nilai ulangan tengah semester (UTS), dan nilai ulangan akhir semester
(UAS).
Instrumen pengumpulan data sebagaimana
diuraikan di atas, terlampir.
3.4
Metode
Analisis
Metode analisis yang digunakan untuk
mengolah data adalah metode deskriptif kualitatif, sehingga diharapkan akan diperoleh
gambaran yang jelas mengenai ada atau tidaknya peningkatan minat dan hasil
belajar siswa setelah melakukan kegiatan presentasi. Data yang dianalisis
adalah data primer berupa hasil pengamatan di kelas, serta data sekunder berupa
dokumen nilai-nilai Geografi kelas X.1-X.7 pada semester gasal dan genap.
Hasil pengamatan dan dokumen nilai
sebagaimana diuraikan di atas, terlampir.
BAB
4
PEMBAHASAN
4.1
Minat
dan Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas X pada Semester Gasal
Secara
umum, minat dan hasil belajar Geografi siswa kelas X.1-X.7 pada semester gasal
tahun pelajaran 2015/2016 di SMAN 3 Babelan Kabupaten Bekasi dapat dikatakan
masih rendah. Mengapa demikian?
Minat
belajar siswa pada pembelajaran Geografi dikatakan masih rendah, didasarkan
pada beberapa indikator yang penulis jumpai di lapangan, antara lain:
a. Pada
saat proses pembelajaran, hanya sebagian kecil siswa yang memperhatikan.
b. Ketika
guru memberikan penjelasan, masih banyak siswa yang sibuk berbicara dengan
temannya, bahkan ada pula yang menggunakan HP secara sembunyi-sembunyi.
c. Kegiatan
tanya jawab pada saat proses pembelajaran sering hanya berjalan satu arah
karena ketika diberi kesempatan untuk bertanya atau pun menjawab, banyak siswa
yang merasa kurang percaya diri untuk bertanya atau menjawab.
d. Ketiadaan
sumber belajar berupa buku pegangan siswa, membuat mereka hanya mengandalkan
apa yang diberikan guru (siswa cenderung pasif, meskipun sudah diberi suplemen
materi berupa hand out, disarankan untuk mengakses materi dari internet, atau
mencari buku pegangan secara mandiri).
Ada
pun hasil belajar siswa pada pembelajaran Geografi dikatakan masih rendah,
didasarkan pada hasil evaluasi pembelajaran berupa ulangan harian, ulangan
tengah semester, dan ulangan akhir semester, yang nilai rata-rata tiap kelasnya
sebagai berikut:
Tabel 4.1
Hasil Evaluasi
Pembelajaran Geografi Kelas X Semester Gasal
Tahun Pelajaran 2015/2016
|
No.
|
Kelas
|
Nilai
Rata-Rata
|
|||
|
NH
|
UTS
|
UAS
|
NR
|
||
|
1.
|
X.1
|
82
|
72
|
76
|
79
|
|
2.
|
X.2
|
79
|
73
|
75
|
77
|
|
3.
|
X.3
|
80
|
70
|
73
|
77
|
|
4.
|
X.4
|
78
|
76
|
77
|
77
|
|
5.
|
X.5
|
80
|
70
|
74
|
77
|
|
6.
|
X.6
|
78
|
73
|
74
|
76
|
|
7.
|
X.7
|
82
|
70
|
77
|
79
|
|
|
Rata-Rata
|
80
|
72
|
75
|
77
|
Sumber: Dokumen Pribadi (2016)
Berdasarkan
tabel 4.1 di atas, dengan KKM Mapel Geografi sebesar 75, maka dapat diperoleh
gambaran bahwa:
a. Ketuntasan
evaluasi berupa ulangan harian sudah mencapai 100%.
b. Ketuntasan
evaluasi berupa UTS hanya mencapai 14%, dengan nilai rata-rata keseluruhan
masih di bawah KKM, sehingga perlu upaya peningkatan.
c. Ketuntasan
evaluasi berupa UAS mencapai 57%, dan nilai rata-rata keseluruhan sama dengan
KKM, sehingga masih perlu ditingkatkan.
d. Rata-rata
nilai raport baru mencapai 77, sehingga masih perlu ditingkatkan.
Dengan
demikian, baik minat maupun hasil belajar siswa kelas X.1-X.7 pada pembelajaran
Geografi di semester gasal menunjukkan kondisi yang masih harus diperbaiki.
Guru sebagai pengelola kelas perlu mengidentifikasi faktor penyebab kondisi
tersebut, kemudian berusaha melakukan perbaikan secara sistimatis sehingga pada
semester berikutnya terjadi peningkatan.
4.2
Identifikasi
Penyebab Rendahnya Minat dan Hasil Belajar Siswa
Berdasarkan
hasil pengamatan di lapangan, beberapa hal yang menyebabkan rendahnya minat dan
hasil belajar siswa kelas X.1-X.7 pada pembelajaran Geografi semester gasal
tahun pelajaran 2015/2016, antara lain:
a. Waktu
belajar kelas X adalah shift siang (pukul 12.30-17.30), sehingga tingkat
konsentrasi siswa pun sudah berkurang.
b. Minimnya
sarana prasarana pendukung pembelajaran, misalnya: tidak ada buku pegangan
siswa, tidak ada layanan perpustakaan, serta aliran listrik yang sering padam
sehingga tidak mendukung kegiatan multimedia di kelas.
c. Materi
pembelajaran yang terlalu luas dan cenderung membosankan karena didominasi
pemahaman konsep dan teori dasar ilmu Geografi.
d. Metode
guru dalam mengajar masih didominasi ceramah, sehingga sebagian besar siswa
kurang tertarik untuk menyimaknya.
e. Media
pembelajaran yang digunakan kurang bervariatif, hanya sesekali saja menggunakan
multimedia dan itu pun masih didominasi guru sehingga siswa cenderung bersikap
pasif.
f. Kurangnya
kesadaran siswa untuk fokus pada saat pembelajaran, misalnya mengobrol atau membuka
handphone pada saat proses pembelajaran.
Oleh karena itu, pada saat semester
genap dilakukanlah aktivitas yang lebih banyak melibatkan siswa, dengan harapan
mereka akan memiliki minat dan hasil belajar yang lebih baik. Aktivitas
tersebut berupa presentasi materi pembelajaran semester genap, yang dimulai
pada pertemuan ketiga. Setiap kelas dibagi menjadi sepuluh kelompok dengan
materi yang tersusun mengikuti silabus, sehingga mereka belajar melalui tutor
sebaya.
4.3
Faktor-faktor
yang Mempengaruhi Minat Belajar Siswa
Mengacu
pada teori-teori belajar yang ada, pada prinsipnya minat belajar siswa sangat
dipengaruhi oleh kecenderungan atau modalitasnya. Apakah mereka memiliki
kecenderungan visual, auditori, ataukah kinestetik? Oleh karena itu, baik guru
maupun siswa sebaiknya mengidentifikasi kecenderungan belajar masing-masing
supaya nantinya dapat menemukan media dan metode pembelajaran yang efektif.
Sebagai
guru, beberapa hal di bawah ini dapat diterapkan untuk menumbuhkan minat
belajar dan pada akhirnya meningkatkan hasil belajar siswa:
a. Pembelajaran
dilakukan secara multisensori (menyentuh aspek visual, auditorial, dan
kinestetik); sehingga pemilihan media pembelajaran yang tepat sangat penting
untuk diperhatikan oleh guru.
b. Bagilah
informasi atau pun materi pembelajaran ke dalam beberapa segmen, kemudian
lakukan pengulangan untuk memastikan informasi tersebut telah terekam oleh
siswa.
c. Libatkan
siswa dalam kegiatan kerja sama atau kelompok untuk memantapkan proses belajar
mereka.
d. Berikan
evaluasi secara individu (berupa menjawab pertanyaan, pekerjaan rumah, tes,
atau pun kuis).
Pada dasarnya, serumit apa pun materi
pembelajaran yang akan dipelajari, apabila siswa telah memiliki minat untuk
belajar, maka hal yang sulit pun akan menjadi mudah. Beberapa faktor penyebab
rendahnya minat belajar siswa sebagaimana dipaparkan pada bagian sebelumnya,
tentu dapat diminimalisir apabila telah tumbuh minat dalam diri siswa. Segala
keterbatasan sarana prasarana tidak akan menjadi penghalang untuk terus
belajar, apabila minat itu memang telah tertanam dalam diri siswa. Oleh karena
itu, sangatlah penting diperhatikan oleh guru, untuk memberikan kesan pertama
yang menarik bagi siswa sehingga mereka pun sangat menantikan untuk segera
bertemu kembali dengan pembelajaran tersebut.
Jika kesan pertama telah berhasil
menarik perhatian siswa, hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana
mengelola supaya ketertarikan atau minat tersebut tetap ada. Guru harus
menggunakan media pembelajaran yang tepat, memvariasikan metode pembelajaran
yang digunakan, menyusun instrumen evaluasi yang efektif, dan jangan lupa untuk
lebih banyak melibatkan siswa untuk aktif di kelas. Salah satu bentuk kegiatan
yang dapat dipilih untuk mengaktifkan siswa adalah melalui presentasi sehingga
diharapkan setiap siswa akan belajar dan berusaha untuk menyampaikan kepada
teman-temannya. Siswa yang tadinya kurang memperhatikan atau masih pasif,
diharapkan akan memiliki perhatian minimal pada materi yang nantinya akan
dipresentasikan. Selain itu, siswa yang awalnya pendiam atau pemalu, diharapkan
akan memiliki keberanian untuk bertanya atau minimal berbicara di kelas pada
saat dia presentasi.
Dengan demikian, sebagai pedoman terutama bagi
guru, beberapa hal yang mempengaruhi minat siswa dalam belajar antara lain:
a. Menarik
atau tidaknya materi pembelajaran yang akan dipelajari, termasuk manfaat yang
dapat diperoleh bagi siswa setelah mempelajari hal tersebut.
b. Kesan
terhadap guru (sangat dipengaruhi oleh bagaimana cara guru membangun komunikasi
dengan siswa, terutama pada saat awal pembelajaran).
c. Ketepatan
pemilihan media dan metode yang digunakan dalam proses pembelajaran (guru
sebaiknya mengakomodir siswa dengan kecenderungan belajar yang beragam: visual,
auditorial, serta kinestetik).
d. Sarana
prasarana pendukung seperti ruang kelas dengan kelengkapannya dan ketersediaan sumber belajar yang mudah
diakses oleh siswa.
e. Kondisi
sosiokultural dan psikologis siswa, dalam hal ini terutama berkaitan dengan
permasalahan yang sedang dihadapi siswa serta budaya belajar di lingkungan
(keluarga/masyarakat) tempat tinggal siswa.
4.4
Korelasi
Minat dan Hasil Belajar Siswa
Secara
teoritis, antara minat dan hasil belajar memiliki korelasi positif yang sangat
erat. Jika minat belajar siswa tinggi,
maka dapat dipastikan hasil belajarnya pun akan tinggi. Meskipun demikian, ternyata
terdapat variabel lain di luar minat belajar, yang akan turut serta mempengaruhi
hasil belajar siswa. Apa sajakah variabel tersebut?
Pertama, kondisi
psikologis siswa pada saat evaluasi pembelajaran. Misalnya saja, siswa A, pada
saat mengikuti proses pembelajaran dia tengah berada dalam kondisi yang stabil,
tidak ada masalah yang berarti. Namun, pada saat dilakukan evaluasi, dia sedang
menghadapi masalah yang rumit dan belum terselesaikan sehingga hasil belajarnya
pun kurang bagus.
Kedua, kesesuaian
instrumen yang digunakan pada saat evaluasi pembelajaran. Apabila siswa yang
memiliki minat tinggi dan sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi evaluasi
pembelajaran, tetapi kemudian guru keliru dalam menyusun instrumen evaluasi,
maka hasil belajar siswa pun tidak akan optimal.
Ketiga, pemilihan waktu
yang tepat pada saat proses evaluasi pembelajaran. Waktu yang dibutuhkan untuk
memahami materi pembelajaran antara satu siswa dengan siswa yang lain tentu
saja berbeda. Oleh karena itu, bagi siswa yang agak lambat dalam memahami
materi pembelajaran, sangat besar kemungkinannya ketika dilakukan evaluasi
pembelajaran mereka mendapatkan hasil belajar yang masih di bawah KKM.
Sebetulnya mereka berminat, tetapi untuk memahami materi pembelajaran dan
mendapatkan hasil belajar yang optimal, mereka membutuhkan waktu yang lebih
lama dibandingkan teman-teman pada umumnya.
4.5
Kegiatan
Presentasi dan Peningkatan Minat serta Hasil Belajar Siswa
Kegiatan
pembelajaran Geografi di kelas X.1-X.7 pada semester genap didominasi oleh
kegiatan presentasi siswa. Berdasarkan silabus semester genap, ditentukanlah
sepuluh materi penting yang akan dipresentasikan oleh siswa secara berkelompok.
Setiap kelas dibagi menjadi sepuluh kelompok masing-masing harus menyiapkan materi
presentasi yang akan disajikan dalam format powerpoint dengan durasi presentasi
sekitar 15-30 menit, sudah termasuk sesi tanya jawab. Setiap siswa harus
menjadi penyaji, sedangkan yang bertugas menjawab pertanyaan adalah mereka yang
nilai presentasinya masih kurang.
Berikut
ini adalah sepuluh materi pembelajaran yang dipresentasikan oleh siswa kelas
X.1-X.7 di kelasnya masing-masing:
a.
Tektonisme
Tektonisme
b. Seisme Bab 1
(Litosfer)
c. Klasifikasi
Tanah
d. Kerusakan
Tanah
e.
Unsur-unsur
Cuaca dan Iklim
Unsur-unsur
Cuaca dan Iklim
f. Awan
dan Hujan Bab 2 (Atmosfer)
g. Klasifikasi
Iklim
h.
Perairan
Darat
Perairan
Darat
i.
Sifat Fisik Air Laut Bab 3 (Hidrosfer)
j.
Gerakan Air Laut
Ketika materi tektonisme s.d tanah
(pedosfer) selesai, maka dilakukanlah evaluasi Bab 1, kemudian ketika materi
unsur-unsur cuaca dan iklim s.d klasifikasi iklim selesai, maka dilakukanlah
evaluasi Bab 2, dan ketika materi perairan darat s.d gerakan air laut selesai,
maka dilakukanlah evaluasi Bab 3. Silabus mata pelajaran Geografi kelas X
semester genap dan contoh powerpoint karya siswa kelas X.1-X.7, terlampir.
Secara umum, melalui kegiatan presentasi
dapat dikatakan bahwa minat belajar siswa mengalami peningkatan. Hal tersebut
ditunjukkan oleh adanya peningkatan aktivitas belajar siswa, baik berupa
persiapan sebelum presentasi, diskusi yang terjadi pada saat sesi tanya jawab,
serta apresiasi yang cukup meriah terhadap setiap kelompok yang tampil. Siswa
terlihat gembira ketika menyimak presentasi yang disajikan atau pun ketika
menjadi penyaji, dan hampir setiap kelompok berusaha menampilkan yang terbaik.
Meskipun demikian, ada pula sebagian
kecil siswa yang tidak merasa nyaman dengan kegiatan presentasi. Mereka
menganggapnya sebagai beban, bahkan ada pula yang menganggap apabila kegiatan
presentasi justru membuang waktu dan menjadikan kegiatan pembelajaran tidak
efektif. Mengapa demikian? Karena, menurut mereka, ketika materi pembelajaran
dijelaskan oleh teman sebaya justru membingungkan dan pada akhirnya akan
berdampak pada ketidakpahaman serta
hasil belajar yang rendah.
Terlepas dari anggapan yang negatif
mengenai kegiatan presentasi, dengan mempertimbangkan berbagai manfaat yang
dapat diperoleh baik bagi siswa maupun guru, maka sudah selayaknya kegiatan
presentasi menjadi salah satu alternatif kegiatan yang menyenangkan untuk
meningkatkan minat serta hasil belajar siswa. Buktinya, setelah siswa melakukan
kegiatan presentasi pada pembelajaran Geografi semester genap di kelas X.1-X.7,
terlihat adanya peningkatan hasil belajar yang cukup signifikan sebagai
berikut:
Tabel 4.2
Perbandingan Hasil
Evaluasi Pembelajaran Geografi Kelas X
Semester Gasal dan Genap Tahun
Pelajaran 2015/2016
|
No.
|
Kelas
|
Nilai
Rata-Rata
Semester
Gasal
|
Nilai
Rata-Rata
Semester
Genap
|
||||||
|
NH
|
UTS
|
UAS
|
NR
|
NH
|
UTS
|
UAS
|
NR
|
||
|
1.
|
X.1
|
82
|
72
|
76
|
79
|
82
|
71
|
84
|
80
|
|
2.
|
X.2
|
79
|
73
|
75
|
77
|
78
|
69
|
81
|
77
|
|
3.
|
X.3
|
80
|
70
|
73
|
77
|
80
|
71
|
72
|
77
|
|
4.
|
X.4
|
78
|
76
|
77
|
77
|
80
|
67
|
74
|
76
|
|
5.
|
X.5
|
80
|
70
|
74
|
77
|
81
|
67
|
74
|
77
|
|
6.
|
X.6
|
78
|
73
|
74
|
76
|
79
|
75
|
85
|
79
|
|
7.
|
X.7
|
82
|
70
|
77
|
79
|
78
|
82
|
82
|
80
|
|
Rata-Rata
|
80
|
72
|
75
|
77
|
80
|
72
|
79
|
78
|
|
Sumber:
Dokumen Pribadi (2016)
Berdasarkan tabel 4.2 di atas, diperoleh
gambaran mengenai pengaruh kegiatan presentasi terhadap hasil belajar siswa
sebagai berikut:
a. Rata-rata NH yang meningkat
sebanyak 43% (ditunjukkan oleh kelas X.4, X.5, dan
X.6); yang tetap sebanyak 29% (ditunjukkan oleh kelas X.1 dan X.3); sedangkan yang
menurun sebanyak 29% (ditunjukkan oleh kelas X.2 dan X.7).
b. Rata-rata nilai UTS yang
meningkat sebanyak 43% (ditunjukkan oleh
kelas X.3, X.6, dan X.7); yang tetap 0%; sedangkan yang menurun sebanyak 57% (ditunjukkan
oleh kelas X.1, X.2, X.4, dan X.5).
c. Rata-rata nilai UAS
yang meningkat sebanyak 57% (ditunjukkan oleh
kelas X.1, X.2, X.6, dan X.7); yang tetap sebanyak 14% (ditunjukkan oleh kelas
X.5); sedangkan yang menurun sebanyak 29% (ditunjukkan oleh kelas X.3 dan X.4).
d. Rata-rata NR yang
meningkat sebanyak 43% (ditunjukkan oleh
kelas X.1, X.6, dan X.7); yang tetap sebanyak 43% (ditunjukkan oleh kelas X.2,
X.3, dan X.5); sedangkan yang menurun sebanyak 14% (ditunjukkan oleh kelas X.4).
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa
kegiatan presentasi mampu meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada
pembelajaran Geografi di kelas X.1-X.7 semester genap. Meskipun demikian, masih
perlu dilakukan beberapa perbaikan, sehingga peningkatan minat dan hasil belajar
tersebut merata di semua kelas (100%). Sebagai tindak lanjut, perlu juga
dilakukan penelitian atau pun kajian terhadap kelas yang rata-rata hasil
belajarnya tetap atau bahkan turun. Hal tersebut bermanfaat untuk perbaikan
pelaksanaan kegiatan serupa pada tahun ajaran berikutnya atau pada jenjang
kelas yang berbeda.
Selain itu, siswa juga perlu dimotivasi untuk
melaksanakan kegiatan presentasi dengan penuh tanggung jawab, sebab apa yang
mereka tampilkan di depan akan menjadi sumber belajar bagi teman-teman sekelas.
Sebagian siswa yang menilai kegiatan presentasi kurang efektif juga harus
diyakinkan, bahwa semua itu adalah bagian dari proses pembelajaran. Barangkali
mereka pernah mengalami pengalaman yang kurang menyenangkan melalui kegiatan
presentasi, tetapi mereka pun harus diberikan pemahaman bahwa pengalaman adalah guru yang paling berharga.
Belajarlah dari kesalahan di masa lalu, untuk perbaikan di masa sekarang dan
yang akan datang.
BAB
5
PENUTUP
5.1
Simpulan
Berdasarkan
uraian pada bagian pembahasan, maka dapat diperoleh beberapa simpulan sebagai
berikut:
a. Minat
belajar siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain: daya tarik materi
yang akan dipelajari, kesan terhadap guru, media dan metode pembelajaran yang
digunakan, sarana prasarana pendukung seperti ruang kelas dan ketersediaan
sumber belajar, serta kondisi sosiokultural dan psikologis siswa.
b. Minat
belajar memiliki korelasi yang positif dengan hasil belajar, artinya minat yang
tinggi akan cenderung berakhir dengan hasil belajar yang tinggi pula. Namun
demikian, ada beberapa hal yang perlu dicermati pada saat dilakukan evaluasi
pembelajaran, misalnya kondisi psikologis siswa, instrumen yang digunakan,
serta pemilihan waktu.
c. Kegiatan
presentasi terbukti dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas
X.1-X.7 pada pembelajaran Geografi semester genap. Hal ini ditunjukkan oleh adanya peningkatan nilai
yang cukup signifikan pada rata-rata NH (43%), UTS (43%), UAS (57%), dan NR
(43%).
5.2
Saran
Berdasarkan
simpulan di atas, maka beberapa saran yang dapat penulis kemukakan antara lain:
a. Guru
sebaiknya memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi minat dan hasil belajar
siswa, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan efektif.
b. Sekolah
sebaiknya memfasilitasi sarana prasarana pendukung proses pembelajaran,
misalnya berupa ruang kelas yang nyaman dan kemudahan akses terhadap sumber
belajar (khususnya bagi siswa).
c. Perlunya
dikembangkan metode atau kegiatan selain presentasi untuk meningkatkan minat
dan hasil belajar siswa, kemudian dibandingkan tingkat efektivitasnya.
DAFTAR
PUSTAKA
De
Porter, B., Reardon, M., dan Singer-Nourie, S. (2003). Quantum Teaching; Mempraktikkan Quantum Learning di Ruang-Ruang Kelas.
Kaifa: Bandung
Munir,
A. (2006). Spiritual Teaching; agar Guru
Senantiasa Mencintai Pekerjaan dan Anak Didiknya. Insan Madani: Yogyakarta
Depdiknas
(2009). Diklat/Bimtek KTSP. File
softcopy pada ToT Guru Pemandu MGMP SMA Mata Pelajaran Geografi di LPMP Jawa
Tengah
Suprijono,
A. (2010). Cooperative Learning: Teori
dan Aplikasi PAIKEM. Pustaka Pelajar: Yogyakarta
Daryanto.
(2010). Media Pembelajaran; Peranannya
Sangat Penting dalam Mencapai Tujuan Pembelajaran. Gava Media: Yogyakarta
LAMPIRAN
1.
Silabus mata pelajaran
Geografi kelas X semester genap.
2. Powerpoint
kelas X.1-X.7 (diambil sampel sebanyak sepuluh file).
3. Lembar
observasi/pengamatan minat belajar siswa di kelas X.1-X.7.
4. Data
nilai pembelajaran Geografi kelas X.1-X.7 semester gasal dan genap.






0 komentar:
Posting Komentar