Home

Senin, 16 Maret 2020

Upaya Peningkatan Minat dan Hasil Belajar Siswa Melalui Kegiatan Presentasi pada Pembelajaran Geografi Kelas X Semester Genap


ABSTRAK

Proses pembelajaran Geografi di kelas X.1-X.7 SMAN 3 Babelan pada semester gasal tahun pelajaran 2015/2016 dapat dikatakan belum berhasil, karena hasil belajar yang diperoleh pada saat evaluasi pembelajaran menunjukkan rata-rata nilai yang masih rendah. Salah satu faktor penyevab rendahnya hasil belajar tersebut adalah minat belajar siswa yang masih rendah pula. Oleh karena itu, penulis berupaya untuk meningkatkan minat belajar tersebut sekaligus meneliti pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa. Melalui hasil pengamatan di kelas selama kegiatan presentasi dan dokumen nilai hasil evaluasi pembelajaran, diperoleh hasil bahwa kegiatan presentasi mampu meningkatkan minat dan hasil belajar siswa secara signifikan. 

Kata kunci: minat belajar, hasil belajar, presentasi, pembelajaran




BAB 1
PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang
Secara umum, proses pembelajaran Geografi di kelas X.1-X.7 SMAN 3 Babelan pada semester gasal tahun pelajaran 2015/2016 dapat dikatakan belum berhasil. Hal tersebut ditunjukkan oleh masih rendahnya rata-rata nilai hasil belajar baik pada ulangan harian, ulangan tengah semester, maupun ulangan akhir semester.
Banyak faktor yang mempengaruhi kondisi tersebut, antara lain: kemampuan guru dalam mengelola kelas, metode dan media pembelajaran yang digunakan, ketersediaan sumber belajar bagi siswa baik di rumah maupun di sekolah,  serta sarana prasarana pendukung di sekolah seperti perpustakaan dan ruang kelas yang kondusif. Beberapa faktor tersebut diyakini sangat berpengaruh terhadap minat belajar siswa dan pada akhirnya akan berpengaruh pula terhadap hasil belajar mereka.
Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melakukan sebuah penelitian eksperimental berjudul “Upaya Peningkatan Minat dan Hasil Belajar Siswa Melalui Kegiatan Presentasi pada Pembelajaran Geografi Kelas X Semester Genap”, dan hasilnya didokumentasikan dalam bentuk makalah sederhana ini. Melalui kegiatan penelitian dan penulisan makalah, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif berupa peningkatan kualitas pembelajaran Geografi khususnya di kelas X SMAN 3 Babelan yang salah satu indikatornya adalah terjadi peningkatan minat dan hasil belajar siswa. Selain itu, diharapkan pula hal ini akan menjadi inspirasi bagi para guru khususnya di lingkungan SMAN 3 Babelan untuk mengasah keterampilan meneliti dan menulis ilmiah sebagai salah satu bentuk kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) sekaligus upaya untuk memenuhi persyaratan Penetapan Angka Kredit (PAK).

1.2     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, maka rumusan masalah yang berusaha penulis jawab melalui serangkaian kegiatan penelitian ini, dapat dirumuskan sebagai berikut:
a.       Apa saja faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa?
b.      Apakah minat dan hasil belajar siswa berkorelasi positif?
c.       Bagaimana pengaruh kegiatan presentasi terhadap minat dan hasil belajar siswa?

1.3     Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah, maka tujuan penelitian dan penulisan makalah ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
a.       Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa.
b.      Mengetahui korelasi antara minat dengan hasil belajar siswa.
c.       Mengetahui pengaruh kegiatan presentasi terhadap minat dan hasil belajar siswa.

1.4     Manfaat
Ada pun manfaat yang dapat diambil dari kegiatan penelitian dan penulisan makalah ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
a.       Permasalahan dalam proses pembelajaran Geografi di kelas X dapat  teridentifikasi dan diupayakan penyelesaiannya.
b.      Tumbuhnya budaya 3M (Membaca, Meneliti, dan Menulis) di kalangan guru dan diharapkan hal tersebut akan mengimbas kepada para siswa.
c.       Memudahkan guru dalam melaksanakan kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) dan memenuhi persyaratan Penetapan Angka Kredit (PAK).
  
1.5     Sistimatika Penulisan
Makalah ini disusun menggunakan sistimatika penulisan sebagai berikut:
Bab 1 Pendahuluan
1.1  Latar Belakang
1.2  Rumusan Masalah
1.3  Tujuan
1.4  Manfaat
1.5  Sistimatika Penulisan
Bab 2 Tinjauan Pustaka
2.1 Minat dan Hasil Belajar
2.2 Media Pembelajaran
2.3 Metode Pembelajaran
Bab 3 Metode Penelitian
     3.1 Waktu dan Tempat Penelitian
     3.2 Subjek dan Objek Penelitian
     3.3 Metode dan Instrumen Pengumpulan Data
     3.4 Metode Analisis
Bab 4 Pembahasan
     4.1 Minat dan Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas X pada Semester Gasal
     4.2 Identifikasi Penyebab Rendahnya Minat dan Hasil Belajar Siswa
     4.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Belajar Siswa
4.4 Korelasi Minat dan Hasil Belajar Siswa
4.5 Kegiatan Presentasi dan Peningkatan Minat serta Hasil Belajar Siswa
Bab 5 Penutup
     5.1 Simpulan
     5.2 Saran

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1  Minat dan Hasil Belajar
Vernon A. Magnese, 1983, dalam Bobbi de Porter (2003: 57) mengemukakan bahwa pada umumnya kita belajar 10% dari apa yang kita baca, 20% dari apa yang kita dengar, 30% dari apa yang kita lihat, 50% dari apa yang kita lihat dan dengar, 70% dari apa yang kita katakan, dan 90% dari apa yang kita katakan dan lakukan.
Brundler dan Grinder, 1981, dalam Bobbi de Porter (2003: 85) mengemukakan bahwa meskipun kebanyakan orang memiliki akses terhadap ketiga modalitas (visual, auditorial, dan kinestetik), namun hampir semua orang cenderung pada salah satu modalitas belajar.
Bobbi de Porter (2003: 85-86) mengemukakan bahwa pada umumnya kita memiliki kecenderungan modalitas mengajar yang sama dengan gaya belajar kita. Hal itu terjadi secara alamiah. Tapi, tidak demikian dengan siswa kita. Sebagian mungkin memiliki modalitas belajar yang sama dengan kita, tapi muungkin banyak yang tidak. Bukankah kita senang dapat mengajar semua siswa dengan modalitas berbeda-beda dan melakukannya secara konsisten? Meskipun cara belajar dan mengajar kita mencerminkan kecenderungan modalitas kita, penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak modalitas yang kita libatkan secara bersamaan, belajar akan semakin hidup, berarti, dan melekat.
Dengan demikian, untuk menumbuhkan minat belajar siswa maka salah satu hal penting yang harus diperhatikan guru adalah kecenderungan modalitas belajar dirinya sendiri dan modalitas belajar yang dimiliki para siswanya. Apabila proses identifikasi ini berhasil dengan baik, maka langkah selanjutnya untuk mencapai tujuan pembelajaran atau hasil pembelajaran yang optimal adalah dengan merancang media serta metode pembelajaran yang tepat.
Hasil pembelajaran yang dimaksud, sebagaimana dikemukakan oleh Bloom dalam Suprijono (2010: 7), meliputi kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Untuk mengukur ketiga kemampuan tersebut, disusunlah berbagai tehnik dan instrumen penilaian sehingga proses pembelajaran dapat dievaluasi tingkat keberhasilannya.


2.2  Media Pembelajaran
Daryanto (2010: 5-6) mengemukakan bahwa proses belajar mengajar hakikatnya adalah proses komunikasi, penyampaian pesan dari pengantar ke penerima. Pesan berupa isi atau ajaran yang dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi baik verbal (kata-kata dan tulisan) maupun non verbal.
Menurutnya, media pembelajaran memiliki kegunaan sebagai berikut:
a.       Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis.
b.      Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, tenaga, dan daya indera.
c.       Menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara siswa dengan sumber belajar.
d.      Memungkinkan siswa belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori, dan kinestetiknya.
e.       Memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman dan menimbulkan persepsi yang sama.
f.       Dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran) sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar.

Meskipun demikian, terdapat beberapa hambatan komunikasi dalam proses pembelajaran yang perlu diantisipasi oleh guru, antara lain:
a.       Verbalisme; maksudnya siswa dapat menyebutkan kata tetapi tidak mengetahui artinya karena biasanya guru mengajar hanya dengan penjelasan lisan atau ceramah sehingga siswa hanya sekedar menirukan apa yang dikatakan guru.
b.      Salah tafsir; maksudnya istilah atau kata yang sama diartikan berbeda oleh siswa karena biasanya guru hanya menjelaskan secara lisan tanpa menggunakan media pembelajaran lain misalnya gambar, bagan, atau model.
c.       Perhatian tidak terpusat; karena beberapa faktor antara lain: gangguan fisik, ada hal lain yang lebih menarik perhatian siswa, siswa melamun, cara guru membosankan, cara menyajikan bahan pelajaran tanpa variasi, serta kurang adanya pengawasan dan bimbingan guru.
d.      Tidak terjadi pemahaman; maksudnya siswa kurang memiliki kebermaknaan logis dan psikologis, karena apa yang dilihat atau diamati dialami secara terpisah sehingga tidak terjadi proses berpikir yang logis mulai dari kesadaran hingga timbulnya konsep.

Sebagai pertimbangan dalam pembuatan media pembelajaran, alangkah baiknya jika para guru mempertimbangkan beberapa landasan penggunaan media pembelajaran sebagaimana yang dikemukakan oleh Daryanto (2010: 12-16), sebagai berikut:
a.      Landasan Filosofis
Jika guru menganggap siswa sebagai anak manusia yang memiliki kepribadian, harga diri, motivasi, dan kemampuan pribadi yang berbeda dengan yang lain, maka baik menggunakan media hasil teknologi baru maupun tidak, maka proses pembelajaran yang dilakukan tetap menggunakan pendekatan humanis.
b.      Landasan Psikologis
Dengan memperhatikan kompleks dan uniknya proses belajar, maka ketepatan pemilihan media dan metode pembelajaran sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Selain itu, persepsi siswa juga sangat mempengaruhi hasil belajar sehingga pemilihan media diusahakan tepat, menarik perhatian siswa, memberikan kejelasan objek yang diamati, dan menyesuaikan bahan pembelajaran dengan pengalaman siswa.
c.       Landasan Teknologis
Teknologi pembelajaran merupakan proses kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari cara pemecahan, melaksanakan, menegevaluasi, serta mengelola pemecahan masalah-masalah dalam situasi kegiatan belajar.
  
d.      Landasan Empirik
Temuan-temuan penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara penggunaan media pembelajaran dengan karakeristik belajar siswa. Artinya, siswa akan mendapatkan keuntungan yang signifikan apabila ia belajar menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik, tipe, atau gaya belajarnya. Oleh karena itu, pemilihan media pembelajaran sebaiknya bukan atas dasar kesukaan guru melainkan pada kesesuaian antara karakteristk gaya belajar siswa, karakteristik materi pembelajaran, serta karakteristik media pembelajaran itu sendiri.

2.3  Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru sebagai media untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Sementara itu, beberapa strategi pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru menurut Departemen Pendidikan Nasional melalui kegiatan Diklat/Bimtek KTSP (2009), antara lain:
a.       Ekspositori, dengan metode pembelajaran berupa kegiatan ceramah inetaraktif, presentasi, diskusi kelas, diskusi kelompok, pembelajaran kooperatif, atau pun pembelajaran kolaboratif.
b.      Diskoveri Inkuiri, dengan metode pembelajaran berupa kegiatan demonstrasi, eksperimen, observasi, eksplorasi dan kajian pustakan atau internet, tanya jawab, serta simulasi.

Pemilihan metode pembelajaran yang tepat merupakan salah satu faktor penentu efektivitas proses pembelajaran. Hal ini sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Vernon A. Magnese, 1983, dalam Bobbi de Porter (2003: 57), bahwa pada umumnya kita belajar 10% dari apa yang kita baca, 20% dari apa yang kita engar, 30% dari apa yang kita lihat, 50% dari apa yang kita lihat dan dengar, serta 70% dari apa yang kita lakukan, dan 90% dari apa yang kita katakan dan lakukan.

Dengan demikian, melalui kegiatan presentasi, diharapkan efektivitas pembelajaran akan mencapai 50%-90%. Mengapa demikian? Karena, ketika siswa menjadi audiens maka mereka akan melihat dan mendengar (tingkat efektivitas 50%), sedangkan ketika menjadi penyaji maka mereka akan mengatakan dan melakukan (tingkat efektivitas 70%-90%).
Meskipun demikian, tentu saja masih ada lagi beberapa faktor lain yang perlu diperhatikan oleh guru maupun siswa sehingga proses pembelajaran benar-benar efektif. Tingkat efektivitas tersebut dapat diukur melalui minat pada saat proses pembelajaran serta hasil belajar pada saat evaluasi pembelajaran.
  
BAB 3
METODE PENELITIAN

3.1  Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada semester 2 tahun pelajaran 2015/2016, tepatnya tanggal 18 Januari s.d 4 Juni 2016, bertempat di SMA Negeri 3 Babelan Kabupaten Bekasi.

3.2  Subjek dan Objek Penelitian
Subjek pada penelitian ini adalah penulis sebagai guru mata pelajaran Geografi, serta siswa kelas X.1-X.7 sebagai pelaku dalam kegiatan presentasi. Ada pun objek penelitian adalah minat dan hasil belajar, yang akan diukur pada saat proses pembelajaran dan pada saat evaluasi proses pembelajaran.

3.3  Metode dan Instrumen Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi/pengamatan pada saat proses pembelajaran, serta metode tes pada saat evaluasi proses pembelajaran. Ada pun instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi/pengamatan untuk mengukur minat siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung, serta instrumen berupa data nilai harian (NH), nilai ulangan tengah semester (UTS), dan nilai ulangan akhir semester (UAS).
Instrumen pengumpulan data sebagaimana diuraikan di atas, terlampir.

3.4  Metode Analisis
Metode analisis yang digunakan untuk mengolah data adalah metode deskriptif kualitatif, sehingga diharapkan akan diperoleh gambaran yang jelas mengenai ada atau tidaknya peningkatan minat dan hasil belajar siswa setelah melakukan kegiatan presentasi. Data yang dianalisis adalah data primer berupa hasil pengamatan di kelas, serta data sekunder berupa dokumen nilai-nilai Geografi kelas X.1-X.7 pada semester gasal dan genap.
Hasil pengamatan dan dokumen nilai sebagaimana diuraikan di atas, terlampir.

BAB 4
PEMBAHASAN

4.1  Minat dan Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas X pada Semester Gasal
Secara umum, minat dan hasil belajar Geografi siswa kelas X.1-X.7 pada semester gasal tahun pelajaran 2015/2016 di SMAN 3 Babelan Kabupaten Bekasi dapat dikatakan masih rendah. Mengapa demikian?
Minat belajar siswa pada pembelajaran Geografi dikatakan masih rendah, didasarkan pada beberapa indikator yang penulis jumpai di lapangan, antara lain:
a.       Pada saat proses pembelajaran, hanya sebagian kecil siswa yang memperhatikan.
b.      Ketika guru memberikan penjelasan, masih banyak siswa yang sibuk berbicara dengan temannya, bahkan ada pula yang menggunakan HP secara sembunyi-sembunyi.
c.       Kegiatan tanya jawab pada saat proses pembelajaran sering hanya berjalan satu arah karena ketika diberi kesempatan untuk bertanya atau pun menjawab, banyak siswa yang merasa kurang percaya diri untuk bertanya atau menjawab.
d.      Ketiadaan sumber belajar berupa buku pegangan siswa, membuat mereka hanya mengandalkan apa yang diberikan guru (siswa cenderung pasif, meskipun sudah diberi suplemen materi berupa hand out, disarankan untuk mengakses materi dari internet, atau mencari buku pegangan secara mandiri).
Ada pun hasil belajar siswa pada pembelajaran Geografi dikatakan masih rendah, didasarkan pada hasil evaluasi pembelajaran berupa ulangan harian, ulangan tengah semester, dan ulangan akhir semester, yang nilai rata-rata tiap kelasnya sebagai berikut:
  
Tabel 4.1
Hasil Evaluasi Pembelajaran Geografi Kelas X Semester Gasal
Tahun Pelajaran 2015/2016

No.
Kelas
Nilai Rata-Rata
NH
UTS
UAS
NR
1.
X.1
82
72
76
79
2.
X.2
79
73
75
77
3.
X.3
80
70
73
77
4.
X.4
78
76
77
77
5.
X.5
80
70
74
77
6.
X.6
78
73
74
76
7.
X.7
82
70
77
79

Rata-Rata
80
72
75
77
Sumber: Dokumen Pribadi (2016)

Berdasarkan tabel 4.1 di atas, dengan KKM Mapel Geografi sebesar 75, maka dapat diperoleh gambaran bahwa:
a.       Ketuntasan evaluasi berupa ulangan harian sudah mencapai 100%.
b.      Ketuntasan evaluasi berupa UTS hanya mencapai 14%, dengan nilai rata-rata keseluruhan masih di bawah KKM, sehingga perlu upaya peningkatan.
c.       Ketuntasan evaluasi berupa UAS mencapai 57%, dan nilai rata-rata keseluruhan sama dengan KKM, sehingga masih perlu ditingkatkan.
d.      Rata-rata nilai raport baru mencapai 77, sehingga masih perlu ditingkatkan.

Dengan demikian, baik minat maupun hasil belajar siswa kelas X.1-X.7 pada pembelajaran Geografi di semester gasal menunjukkan kondisi yang masih harus diperbaiki. Guru sebagai pengelola kelas perlu mengidentifikasi faktor penyebab kondisi tersebut, kemudian berusaha melakukan perbaikan secara sistimatis sehingga pada semester berikutnya terjadi peningkatan.
  
4.2  Identifikasi Penyebab Rendahnya Minat dan Hasil Belajar Siswa
Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, beberapa hal yang menyebabkan rendahnya minat dan hasil belajar siswa kelas X.1-X.7 pada pembelajaran Geografi semester gasal tahun pelajaran 2015/2016, antara lain:
a.       Waktu belajar kelas X adalah shift siang (pukul 12.30-17.30), sehingga tingkat konsentrasi siswa pun sudah berkurang.
b.      Minimnya sarana prasarana pendukung pembelajaran, misalnya: tidak ada buku pegangan siswa, tidak ada layanan perpustakaan, serta aliran listrik yang sering padam sehingga tidak mendukung kegiatan multimedia di kelas.
c.       Materi pembelajaran yang terlalu luas dan cenderung membosankan karena didominasi pemahaman konsep dan teori dasar ilmu Geografi.
d.      Metode guru dalam mengajar masih didominasi ceramah, sehingga sebagian besar siswa kurang tertarik untuk menyimaknya.
e.       Media pembelajaran yang digunakan kurang bervariatif, hanya sesekali saja menggunakan multimedia dan itu pun masih didominasi guru sehingga siswa cenderung bersikap pasif.
f.       Kurangnya kesadaran siswa untuk fokus pada saat pembelajaran, misalnya mengobrol atau membuka handphone pada saat proses pembelajaran.

Oleh karena itu, pada saat semester genap dilakukanlah aktivitas yang lebih banyak melibatkan siswa, dengan harapan mereka akan memiliki minat dan hasil belajar yang lebih baik. Aktivitas tersebut berupa presentasi materi pembelajaran semester genap, yang dimulai pada pertemuan ketiga. Setiap kelas dibagi menjadi sepuluh kelompok dengan materi yang tersusun mengikuti silabus, sehingga mereka belajar melalui tutor sebaya.

4.3  Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Belajar Siswa
Mengacu pada teori-teori belajar yang ada, pada prinsipnya minat belajar siswa sangat dipengaruhi oleh kecenderungan atau modalitasnya. Apakah mereka memiliki kecenderungan visual, auditori, ataukah kinestetik? Oleh karena itu, baik guru maupun siswa sebaiknya mengidentifikasi kecenderungan belajar masing-masing supaya nantinya dapat menemukan media dan metode pembelajaran yang efektif.
Sebagai guru, beberapa hal di bawah ini dapat diterapkan untuk menumbuhkan minat belajar dan pada akhirnya meningkatkan hasil belajar siswa:
a.       Pembelajaran dilakukan secara multisensori (menyentuh aspek visual, auditorial, dan kinestetik); sehingga pemilihan media pembelajaran yang tepat sangat penting untuk diperhatikan oleh guru.
b.      Bagilah informasi atau pun materi pembelajaran ke dalam beberapa segmen, kemudian lakukan pengulangan untuk memastikan informasi tersebut telah terekam oleh siswa.
c.       Libatkan siswa dalam kegiatan kerja sama atau kelompok untuk memantapkan proses belajar mereka.
d.      Berikan evaluasi secara individu (berupa menjawab pertanyaan, pekerjaan rumah, tes, atau pun kuis).

Pada dasarnya, serumit apa pun materi pembelajaran yang akan dipelajari, apabila siswa telah memiliki minat untuk belajar, maka hal yang sulit pun akan menjadi mudah. Beberapa faktor penyebab rendahnya minat belajar siswa sebagaimana dipaparkan pada bagian sebelumnya, tentu dapat diminimalisir apabila telah tumbuh minat dalam diri siswa. Segala keterbatasan sarana prasarana tidak akan menjadi penghalang untuk terus belajar, apabila minat itu memang telah tertanam dalam diri siswa. Oleh karena itu, sangatlah penting diperhatikan oleh guru, untuk memberikan kesan pertama yang menarik bagi siswa sehingga mereka pun sangat menantikan untuk segera bertemu kembali dengan pembelajaran tersebut.
Jika kesan pertama telah berhasil menarik perhatian siswa, hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana mengelola supaya ketertarikan atau minat tersebut tetap ada. Guru harus menggunakan media pembelajaran yang tepat, memvariasikan metode pembelajaran yang digunakan, menyusun instrumen evaluasi yang efektif, dan jangan lupa untuk lebih banyak melibatkan siswa untuk aktif di kelas. Salah satu bentuk kegiatan yang dapat dipilih untuk mengaktifkan siswa adalah melalui presentasi sehingga diharapkan setiap siswa akan belajar dan berusaha untuk menyampaikan kepada teman-temannya. Siswa yang tadinya kurang memperhatikan atau masih pasif, diharapkan akan memiliki perhatian minimal pada materi yang nantinya akan dipresentasikan. Selain itu, siswa yang awalnya pendiam atau pemalu, diharapkan akan memiliki keberanian untuk bertanya atau minimal berbicara di kelas pada saat dia presentasi.
 Dengan demikian, sebagai pedoman terutama bagi guru, beberapa hal yang mempengaruhi minat siswa dalam belajar antara lain:
a.       Menarik atau tidaknya materi pembelajaran yang akan dipelajari, termasuk manfaat yang dapat diperoleh bagi siswa setelah mempelajari hal tersebut.
b.      Kesan terhadap guru (sangat dipengaruhi oleh bagaimana cara guru membangun komunikasi dengan siswa, terutama pada saat awal pembelajaran).
c.       Ketepatan pemilihan media dan metode yang digunakan dalam proses pembelajaran (guru sebaiknya mengakomodir siswa dengan kecenderungan belajar yang beragam: visual, auditorial, serta kinestetik).
d.      Sarana prasarana pendukung seperti ruang kelas dengan kelengkapannya dan  ketersediaan sumber belajar yang mudah diakses oleh siswa.
e.       Kondisi sosiokultural dan psikologis siswa, dalam hal ini terutama berkaitan dengan permasalahan yang sedang dihadapi siswa serta budaya belajar di lingkungan (keluarga/masyarakat) tempat tinggal siswa.

4.4  Korelasi Minat dan Hasil Belajar Siswa
Secara teoritis, antara minat dan hasil belajar memiliki korelasi positif yang sangat erat. Jika minat belajar siswa tinggi, maka dapat dipastikan hasil belajarnya pun akan tinggi. Meskipun demikian, ternyata terdapat variabel lain di luar minat belajar, yang akan turut serta mempengaruhi hasil belajar siswa. Apa sajakah variabel tersebut?
Pertama, kondisi psikologis siswa pada saat evaluasi pembelajaran. Misalnya saja, siswa A, pada saat mengikuti proses pembelajaran dia tengah berada dalam kondisi yang stabil, tidak ada masalah yang berarti. Namun, pada saat dilakukan evaluasi, dia sedang menghadapi masalah yang rumit dan belum terselesaikan sehingga hasil belajarnya pun kurang bagus.
Kedua, kesesuaian instrumen yang digunakan pada saat evaluasi pembelajaran. Apabila siswa yang memiliki minat tinggi dan sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi evaluasi pembelajaran, tetapi kemudian guru keliru dalam menyusun instrumen evaluasi, maka hasil belajar siswa pun tidak akan optimal.
Ketiga, pemilihan waktu yang tepat pada saat proses evaluasi pembelajaran. Waktu yang dibutuhkan untuk memahami materi pembelajaran antara satu siswa dengan siswa yang lain tentu saja berbeda. Oleh karena itu, bagi siswa yang agak lambat dalam memahami materi pembelajaran, sangat besar kemungkinannya ketika dilakukan evaluasi pembelajaran mereka mendapatkan hasil belajar yang masih di bawah KKM. Sebetulnya mereka berminat, tetapi untuk memahami materi pembelajaran dan mendapatkan hasil belajar yang optimal, mereka membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan teman-teman pada umumnya.

4.5  Kegiatan Presentasi dan Peningkatan Minat serta Hasil Belajar Siswa
Kegiatan pembelajaran Geografi di kelas X.1-X.7 pada semester genap didominasi oleh kegiatan presentasi siswa. Berdasarkan silabus semester genap, ditentukanlah sepuluh materi penting yang akan dipresentasikan oleh siswa secara berkelompok. Setiap kelas dibagi menjadi sepuluh kelompok masing-masing harus menyiapkan materi presentasi yang akan disajikan dalam format powerpoint dengan durasi presentasi sekitar 15-30 menit, sudah termasuk sesi tanya jawab. Setiap siswa harus menjadi penyaji, sedangkan yang bertugas menjawab pertanyaan adalah mereka yang nilai presentasinya masih kurang.
Berikut ini adalah sepuluh materi pembelajaran yang dipresentasikan oleh siswa kelas X.1-X.7 di kelasnya masing-masing:
a.       Tektonisme
b.      Seisme                                           Bab 1 (Litosfer)
c.       Klasifikasi Tanah
d.      Kerusakan Tanah
e.       Unsur-unsur Cuaca dan Iklim
f.       Awan dan Hujan                                              Bab 2 (Atmosfer)
g.      Klasifikasi Iklim
h.      Perairan Darat
i.        Sifat Fisik Air Laut                             Bab 3 (Hidrosfer)
j.        Gerakan Air Laut

Ketika materi tektonisme s.d tanah (pedosfer) selesai, maka dilakukanlah evaluasi Bab 1, kemudian ketika materi unsur-unsur cuaca dan iklim s.d klasifikasi iklim selesai, maka dilakukanlah evaluasi Bab 2, dan ketika materi perairan darat s.d gerakan air laut selesai, maka dilakukanlah evaluasi Bab 3. Silabus mata pelajaran Geografi kelas X semester genap dan contoh powerpoint karya siswa kelas X.1-X.7, terlampir.
Secara umum, melalui kegiatan presentasi dapat dikatakan bahwa minat belajar siswa mengalami peningkatan. Hal tersebut ditunjukkan oleh adanya peningkatan aktivitas belajar siswa, baik berupa persiapan sebelum presentasi, diskusi yang terjadi pada saat sesi tanya jawab, serta apresiasi yang cukup meriah terhadap setiap kelompok yang tampil. Siswa terlihat gembira ketika menyimak presentasi yang disajikan atau pun ketika menjadi penyaji, dan hampir setiap kelompok berusaha menampilkan yang terbaik.
Meskipun demikian, ada pula sebagian kecil siswa yang tidak merasa nyaman dengan kegiatan presentasi. Mereka menganggapnya sebagai beban, bahkan ada pula yang menganggap apabila kegiatan presentasi justru membuang waktu dan menjadikan kegiatan pembelajaran tidak efektif. Mengapa demikian? Karena, menurut mereka, ketika materi pembelajaran dijelaskan oleh teman sebaya justru membingungkan dan pada akhirnya akan berdampak pada ketidakpahaman  serta hasil belajar yang rendah.

Terlepas dari anggapan yang negatif mengenai kegiatan presentasi, dengan mempertimbangkan berbagai manfaat yang dapat diperoleh baik bagi siswa maupun guru, maka sudah selayaknya kegiatan presentasi menjadi salah satu alternatif kegiatan yang menyenangkan untuk meningkatkan minat serta hasil belajar siswa. Buktinya, setelah siswa melakukan kegiatan presentasi pada pembelajaran Geografi semester genap di kelas X.1-X.7, terlihat adanya peningkatan hasil belajar yang cukup signifikan sebagai berikut:
  
Tabel 4.2
Perbandingan Hasil Evaluasi Pembelajaran Geografi Kelas X
Semester Gasal dan Genap Tahun Pelajaran 2015/2016

No.
Kelas
Nilai Rata-Rata
Semester Gasal
Nilai Rata-Rata
Semester Genap
NH
UTS
UAS
NR
NH
UTS
UAS
NR
1.
X.1
82
72
76
79
82
71
84
80
2.
X.2
79
73
75
77
78
69
81
77
3.
X.3
80
70
73
77
80
71
72
77
4.
X.4
78
76
77
77
80
67
74
76
5.
X.5
80
70
74
77
81
67
74
77
6.
X.6
78
73
74
76
79
75
85
79
7.
X.7
82
70
77
79
78
82
82
80
Rata-Rata
80
72
75
77
80
72
79
78
Sumber: Dokumen Pribadi (2016)

Berdasarkan tabel 4.2 di atas, diperoleh gambaran mengenai pengaruh kegiatan presentasi terhadap hasil belajar siswa sebagai berikut:
a.       Rata-rata NH yang meningkat sebanyak 43% (ditunjukkan oleh kelas X.4, X.5, dan X.6); yang tetap sebanyak 29% (ditunjukkan oleh kelas X.1 dan X.3); sedangkan yang menurun sebanyak 29% (ditunjukkan oleh kelas X.2 dan X.7).
b.      Rata-rata nilai UTS yang meningkat sebanyak 43% (ditunjukkan oleh kelas X.3, X.6, dan X.7); yang tetap 0%; sedangkan yang menurun sebanyak 57% (ditunjukkan oleh kelas X.1, X.2, X.4, dan X.5).
c.       Rata-rata nilai UAS yang meningkat sebanyak 57% (ditunjukkan oleh kelas X.1, X.2, X.6, dan X.7); yang tetap sebanyak 14% (ditunjukkan oleh kelas X.5); sedangkan yang menurun sebanyak 29% (ditunjukkan oleh kelas X.3 dan X.4).
d.      Rata-rata NR yang meningkat sebanyak 43% (ditunjukkan oleh kelas X.1, X.6, dan X.7); yang tetap sebanyak 43% (ditunjukkan oleh kelas X.2, X.3, dan X.5); sedangkan yang menurun sebanyak 14% (ditunjukkan oleh kelas X.4).
  
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan presentasi mampu meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada pembelajaran Geografi di kelas X.1-X.7 semester genap. Meskipun demikian, masih perlu dilakukan beberapa perbaikan, sehingga peningkatan minat dan hasil belajar tersebut merata di semua kelas (100%). Sebagai tindak lanjut, perlu juga dilakukan penelitian atau pun kajian terhadap kelas yang rata-rata hasil belajarnya tetap atau bahkan turun. Hal tersebut bermanfaat untuk perbaikan pelaksanaan kegiatan serupa pada tahun ajaran berikutnya atau pada jenjang kelas yang berbeda.
Selain itu, siswa juga perlu dimotivasi untuk melaksanakan kegiatan presentasi dengan penuh tanggung jawab, sebab apa yang mereka tampilkan di depan akan menjadi sumber belajar bagi teman-teman sekelas. Sebagian siswa yang menilai kegiatan presentasi kurang efektif juga harus diyakinkan, bahwa semua itu adalah bagian dari proses pembelajaran. Barangkali mereka pernah mengalami pengalaman yang kurang menyenangkan melalui kegiatan presentasi, tetapi mereka pun harus diberikan pemahaman bahwa pengalaman adalah guru yang paling berharga. Belajarlah dari kesalahan di masa lalu, untuk perbaikan di masa sekarang dan yang akan datang.
  
BAB 5
PENUTUP

5.1  Simpulan
Berdasarkan uraian pada bagian pembahasan, maka dapat diperoleh beberapa simpulan sebagai berikut:
a.       Minat belajar siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain: daya tarik materi yang akan dipelajari, kesan terhadap guru, media dan metode pembelajaran yang digunakan, sarana prasarana pendukung seperti ruang kelas dan ketersediaan sumber belajar, serta kondisi sosiokultural dan psikologis siswa.
b.      Minat belajar memiliki korelasi yang positif dengan hasil belajar, artinya minat yang tinggi akan cenderung berakhir dengan hasil belajar yang tinggi pula. Namun demikian, ada beberapa hal yang perlu dicermati pada saat dilakukan evaluasi pembelajaran, misalnya kondisi psikologis siswa, instrumen yang digunakan, serta pemilihan waktu.
c.       Kegiatan presentasi terbukti dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas X.1-X.7 pada pembelajaran Geografi semester genap.  Hal ini ditunjukkan oleh adanya peningkatan nilai yang cukup signifikan pada rata-rata NH (43%), UTS (43%), UAS (57%), dan NR (43%).

5.2  Saran
Berdasarkan simpulan di atas, maka beberapa saran yang dapat penulis kemukakan antara lain:
a.       Guru sebaiknya memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi minat dan hasil belajar siswa, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan efektif.
b.      Sekolah sebaiknya memfasilitasi sarana prasarana pendukung proses pembelajaran, misalnya berupa ruang kelas yang nyaman dan kemudahan akses terhadap sumber belajar (khususnya bagi siswa).
c.       Perlunya dikembangkan metode atau kegiatan selain presentasi untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa, kemudian dibandingkan tingkat efektivitasnya.

DAFTAR PUSTAKA

De Porter, B., Reardon, M., dan Singer-Nourie, S. (2003). Quantum Teaching; Mempraktikkan Quantum Learning di Ruang-Ruang Kelas. Kaifa: Bandung

Munir, A. (2006). Spiritual Teaching; agar Guru Senantiasa Mencintai Pekerjaan dan Anak Didiknya. Insan Madani: Yogyakarta

Depdiknas (2009). Diklat/Bimtek KTSP. File softcopy pada ToT Guru Pemandu MGMP SMA Mata Pelajaran Geografi di LPMP Jawa Tengah

Suprijono, A. (2010). Cooperative Learning: Teori dan Aplikasi PAIKEM. Pustaka Pelajar: Yogyakarta

Daryanto. (2010). Media Pembelajaran; Peranannya Sangat Penting dalam Mencapai Tujuan Pembelajaran. Gava Media: Yogyakarta



LAMPIRAN

1.      Silabus mata pelajaran Geografi kelas X semester genap.
2.      Powerpoint kelas X.1-X.7 (diambil sampel sebanyak sepuluh file).
3.      Lembar observasi/pengamatan minat belajar siswa di kelas   X.1-X.7.
4.      Data nilai pembelajaran Geografi kelas X.1-X.7 semester gasal dan genap.





0 komentar:

Posting Komentar