ABSTRAK
Tsunami adalah sebuah ombak yang terjadi setelah
sebuah gempa bumi, gempa laut, gunung berapi meletus,
atau hantaman meteor di laut. Pada 26 Desember 2004, Indonesia pernah mengalami
Tsunami yang disebabkan oleh gempa tektonik di kawasan lepas pantai sekitar 160
km dari Nanggroe Aceh Darussalam dengan kekuatan 8,9 SR. Bencana ini telah
menelan 300.000 korban dari berbagai negara dan merupakan bencana Tsunami
terbesar dalam kurun waktu 200 tahun terakhir. Selain menelan banyak korban,
menurut para ahli geofisika, Tsunami di Indonesia juga telah menimbulkan suatu
gejala fisika, yaitu perubahan perputaran bumi pada porosnya (rotasi), sehingga
memperpendek panjang hari. Akan tetapi, pengaruh perubahan ini sangat kecil,
yaitu memperpendek panjang hari sekitar 2,68 mikrodetik atau sepersejuta detik
dari panjang satu hari. Walaupun perubahan ini sangat kecil, tetap saja gejala
ini menarik untuk diperbincangkan karena Tsunami ini terjadi di sebagian kecil
wilayah Indonesia (Aceh dan Sumatra Utara), tetapi dampaknya terhadap perubahan
rotasi bumi bisa mempengaruhi seluruh dunia.
Kata kunci: tsunami, rotasi,
gempa.
A. Terjadinya Tsunami Aceh
Tsunami yang terjadi di Aceh
di sebabkan oleh gempa tektonik dengan
kekuatan 8,9 SR. Gempa ini terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 pukul 00:58:53
GMT atau pukul 07:58:03 WIB.
Tsunami ini memiliki tinggi
gelombang sampai 30 km. Gelombang-gelombang tsunami itu tidak berasal dari
titik episentrum dan menyebar secara radial ke seluruh penjuru Samudra Hindia,
tetapi gelombang ini tersebar secara radial ke luar dari runtuhan sepanjang
1200 km.
Lokasi episentrum gempa
adalah di pantai barat Sumatra di sebelah utara Pulau Simeulue sekitar 160 km
barat Sumatra. Pusat gempa berada pada kedalaman 30 km di bawah permukaan laut
rata-rata. Gempa yang menyebabkan tsunami Aceh ini menempati peringkat pertama
dengan waktu (durasi) penyesaran yang paling lama yaitu 500-600 detik. Gempa
ini juga luar biasa dalam cakupan geografisnya. Diperkirakan sepanjang 1200 km
jalur sesar tergeser sekitar 15 meter sepanjang zone penunjaman tempat lempeng
samudra Hindia menyusup di bawah lempeng benua Burma (bagian Lempeng Eurasia).
Pergeseran sesar tidak
terjadi sekonyong-konyong tetapi dalam dua fase selama beberapa menit. Data
akustik dan seismograf menunjukkan bahwa fase pertama meliputi pembentukan zone
runtuhan sepanjang 400 km dan lebar 100 km, pada kedalaman 30 km di bawah dasar
laut. Ini adalah runtuhan terpanjang yang pernah dihasilkan gempa. Runtuhan
berjalan memanjang dengan kecepatan 2,8 km/detik atau 10.000 km/jam. Runtuhan
mulai terjadi di lepas pantai Aceh dan maju ke arah baratlaut selama 100 detik
sebelum kemudian runtuhan berbelok searah jarum jam ke utara menuju pulau-pulau
Andaman dan Nikobar. Saat pembelokan tersebut, runtuhan terhenti sesaat selama
100 detik.
Fase kedua yaitu runtuhan ke
arah utara ini berjalan dengan kecepatan lebih rendah yaitu 2,1 km/detik atau 7600
km/jam. Lalu runtuhan terus berlanjut ke utara selama lima menit sampai ke
batas lempeng tempat penyesaran naik ini berubah menjadi penyesaran mendatar.
Perubahan ini mengurangi kecepatan perpindahan massa air di lautan sehingga
mengurangi amplitude tsunami yang terjadi di bagian utara Samudra Hindia
Sekitar seribu kilometer
lapisan landas kontinen Asia dan Indo-Australia yang saling bertumbukan,
bergerak dengan melepaskan energi amat hebat. Pengukuran dinas geologi di
berbagai penjuru dunia, memperkirakan energi gempa yang dilepaskan setara
dengan energi letusan 10.000 bom atom. Akibatnya, jutaan meter kubik air laut
tiba-tiba tersedot ke bawah, kemudian seolah dimuntahkan kembali, membentuk
gelombang berbentuk lingkaran dengan kecepatan amat tinggi.
Gelombang pasang tsunami ini
melepaskan kembali semua energinya saat bertemu kawasan pantai, teluk, atau
kepulauan. Gelombang tsunami ini juga sangat luar biasa, hingga mencapai 300
sampai 400 kilometer per jam.
Gempa dari tsunami ini telah membawa beberapa
dampak antara lain:
1. Gempa ini juga telah mengakibatkan osilasi
permukaan Bumi setinggi 20-30 cm, sama dengan efek pasang naik akibat gravitasi
Matahari dan Bulan. Gelombang kejut gempa dirasakan di seluruh muka planet Bumi
sampai sejauh Oklahoma di AS yang mencatat gerak vertikal setinggi 3 mm.
Seluruh permukaan Bumi diperkirakan telah terangkat sampai setinggi 1 cm,
2. Karena gerakan ini vertikal juga lateral
(oblique), maka terdapat wilayah pantai yang tenggelam di bawah muka laut.
Kepulauan Andaman-Nikobar telah bergeser ke baratdaya sejauh 1,25 meter dan
telah tenggelam hampir 1 meter,
3. Mengaktifkan gunung api Lauser di Aceh,
4. Gempa Aceh telah menggeser lempengan
tektonik di dasar Samudera Hindia mencapai 30 meter atau 98 kaki,
5. Berdasarkan percobaan seismik, pulau-pulau
yang ada di sebelah barat daya Sumatra akan bergeser sebesar 20 meter ke arah
barat daya,
6. Seluruh permukaan bumi diperkirakan
terangkat sampai setinggi 1cm.
7. Yang paling menarik gempa yang menyababkan
tsunami di Aceh ini telah sedikit mengubah periode rotasi bumi.
B. Pengaruh Gempa yang
Menimbulkan Tsunami di Aceh terhadap Perubahan Perputaran Bumi pada Porosnya
(Rotasi)
Gempa aceh ternyata
mengganggu perputaran bumi pada porosnya (rotasi). Hal ini telah diungkapkan
oleh Ken Hudnut pakar geologi dari US Geological Survey (USGS). Perubahan ini
terjadi karena energi yang di hasilkan oleh benturan dua patahan dasar laut
sangat besar yaitu sekitar 3.35 exajoules (3.35×1018 joules). Para pakar geologi di USGS menyatakan bahwa
mereka bisa mendeteksi gerakan bumi dalam gerakan yang sangat lambat dan mereka
yakin bumi mengalami goncangan saat berotasi ketika gempa itu terjadi sebagai
akibat energi yang dihasilkan dan benturan massa dalam jumlah besar yang
tiba-tiba. Selain itu Ricard Gross dan para peneliti di Laboratorium Propulsi
Jet NASA juga menyatakan bahwa pergeseran massa kerak bumi dan lepasnya energi
yang demikian besar akibat gempa ini telah sedikit mengubah periode rotasi
Bumi. Nilai pastinya belum ditentukan, tetapi model-model yang dibuat
memperlihatkan bahwa gempa ini telah memendekkan panjang hari sebanyak 2,68
mikrodetik atau sepersejuta dari panjang satu hari karena berkurangnya
kepepatan (oblateness) bola bumi.
C. Analisa
Besarnya
Pengaruh Gempa yang Menimbulkan Tsunami di Aceh terhadap Rotasi Bumi
Gempa yang menimbulkan tsunami di Aceh telah
mengganggu perputaran bumi dan memotong sekitar 2,68 mikrodetik (2,68 x 10-6)
dari panjang satu hari. Jika dilihat sekilas perubahan ini sangat kecil,
sehingga sulit diukur dan terlalu kecil untuk dideteksi. Akan tetapi, pernahkah
kita berpikir untuk mengakumulasikannya, sehingga periode rotasi dapat berkurang
beberapa jam bahkan beberapa hari? Di bawah ini akan disajikan analisa
perhitungan mengenai hal tersebut.
Diketahui :
∆t : 2,68 x 10-6 sekon/hari
x
: 365 hari
Ditanya : berapa pengurangan waktu rotasi bumi dalam satu tahun?
Jawab :
Pengurangan waktu dalam setahun = 2,68 x 10-6
sekon/hari x 365 hari
= 9,782 x 10-4 sekon
= 10 x 10-4 sekon
Jadi, pengurangan waktu rotasi bumi dalam satu tahun
adalah ± 10 x 10-4 sekon per
tahun.
Keterangan :
∆t :
perubahan waktu akibat gempa dan tsunami
x :
jumlah hari dalam satu tahun
Dari perhitungan di atas dapat kita lihat
bahwa perubahan periode rotasi akibat gempa di Aceh sangat kecil. Dalam kurun
waktu 1000 tahun periode rotasi hanya berkurang 1 detik. Akan tetapi, setelah
melakukan studi pustaka di beberapa referensi, penulis menemukan bahwa efek
gerak pasang akibat grafitasi bulan selalu menambah panjang hari sebanyak 15
mikrodetik setiap tahunnya, maka efek akibat perubahan gerak dan periode rotasi
bumi oleh gempa yang menyebabkan tsunami Aceh segera menghilang.
D. Sikap Kita terhadap Gejala Perubahan Rotasi
Bumi yang Disebabkan oleh Gempa yang Menimbulkan Tsunami di Aceh.
Pemendekan hari di Bumi ini tidak
perlu dirisaukan, kecuali bagi mereka yang bertugas menjaga waktu resmi di
dunia. Seperti diketahui, sejak tahun 1967, waktu Bumi dihitung menggunakan
sekitar 250 jam atom yang amat akurat di 60 laboratorium seluruh dunia.
Laboratorium-laboratorium ini melapor pada International Bureau of Weights and
Measures dekat Paris, yang kemudian akan mengeset Coordinated Universal Time
(UTC).
UTC harus diatur
agar sesuai dengan periode rotasi Bumi, yang bisa naik turun sebagai akibat
peristiwa-peristiwa tertentu seperti gempa bumi besar. Secara keseluruhan, rotasi Bumi
sendiri cenderung melambat karena gravitasi Bulan menarik kita, dan menyebabkan
efek yang berlawanan dengan gempa Sumatra lalu.
Simpulan
Setelah melalui pengamatan dan peninjauan dari beberapa aspek, maka
kami menyimpulkan bahwa :
Essai ini telah dipresentasikan pada Olimpiade Geofisika di ITB Tahun 2008
oleh Ayunda Eka Pratama & Kurrota A'yunin, SMAN 1 Kebumen
Pembimbing: Peni Saptorini
Daftar Pustaka
Setyawan, Wahyu Budi. Pelajaran dari Gempa dan Tsunami Aceh 26 Desember
2004. (Online), (http://wahyu-read.blogspot.com/2007/01/pelajaran-dari-gempa-dan-tsunami-aceh.html, diakses Sabtu 5 September 2008, 14.34
WIB)
2005. Gempa Aceh Mempercepat Rotasi
Bumi,
(Online),( http://www2.kompas.com/teknologi/news/0501/04/145046.htm, diakses Sabtu 5 September 2008, 16.10 WIB)
2008. gempa dan tsunami perpendek
hari,
(Online),(http://www.bppt.go.id/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=1632, diakses Sabtu 5 September 2008, 15.10
WIB)
gempa menggeser pulau-pulau,
(Online), (http://www.intisari.org/?sect=artikel&ext=114, diakses Sabtu 5 September 2008, 15.53
WIB)
setelah gempa, siap-siap mengubah peta,
(Online), (http://www.energi.lipi.go.id/utama.cgi?artikel&1104525933&7, diakses Sabtu 5 September 2008, 14.34
WIB)
siapa yang memberi kekuatan berputar pada
bumi,
(Online), (http://borneovideo.blogspot.com/2007/09/siapa-yang-memberi-kekuatan-berputar.html, diakses Sabtu 5 September 2008, 15.35
WIB)
|






0 komentar:
Posting Komentar