Home

Kamis, 31 Desember 2020

6 Jam Menuju Tahun 2021


Tahun 2020 hampir sampai di titik terujungnya, dan perjalanan Tahun 2021 pun akan segera dimulai. Bismillah, semoga harapan-harapan dan doa-doa yang kami panjatkan diijabah oleh Allah SWT. 

Demi Masa (Raihan_grup Nasyid dari Malaysia)

Demi masa sesungguhnya manusia kerugian, melainkan yang beriman dan beramal sholeh

Demi masa sesungguhnya manusia kerugian, melainkan nasehat kepada kebenaran dan kesabaran

Gunakan kesempatan yang masih diberi, moga kita tak 'kan menyesal

Masa usia kita jangan disiakan, karena ia tak 'kan kembali

Ingat lima perkara, sebelum lima perkara

Sehat sebelum sakit

Muda sebelum tua

Kaya sebelum miskin

Lapang sebelum sempit

Hidup sebelum mati


Masya Allah, syair yang digubah dengan sangat bagus, memberikan pesan yang mendalam tanpa menggurui. Semoga melalui momentum renungan menjelang pergantian tahun ini, kita dapat menjadi orang-orang yang tidak merugi sebagaimana difirmankan dalam QS. Al 'Ashr dan sudah diingatkan pula melalui nasyid yang dipopulerkan oleh Raihan tersebut.

Banyak catatan selama satu tahun di 2020, dan banyak pula doa dan harapan yang dipanjatkan di awal tahun 2021 ini. Tak ada satu pun di antara kita yang tahu apakah dapat melihat mentari di awal tahun nanti? Semuanya rahasia Allah SWT, dan sebagai hamba kita hanya bisa memanjatkan doa-doa dan harapan, sambil tetap optimis menyambut esok hari, kiranya esok lebih baik dari hari ini. Aamiin.

6 Jam bukanlah waktu yang lama, hanya sekejap saja dan perhitungan kalender pun akan berubah. Semoga di tahun 2021 nanti Allah karuniakan keberkahan dalam hidup kita, negara kita, dan juga seluruh muka bumi ini. Kiranya kita semua dapat mengambil hikmah dari pandemi Covid-19 yang kita pun tidak pernah tahu sampai kapan akan berakhir. Wallahu a'lam bishawab.

Hal ini sejatinya menyadarkan kita, betapa pun canggih teknologi yang telah ditemukan umat manusia, namun kuasa-Nya lebih tinggi di atas segalanya. Tak ada lagi kesombongan, baik negara berkembang maupun negara maju, masyarakat miskin atau pun kaya, sejatinya semua tunduk pada ketentuan Allah Yang Maha Kuasa.   


0 komentar:

Posting Komentar