Sore
itu,
Secercah
harapan kulihat
Jelas,
tergambar dalam raut wajahmu !
Senyum
yang merekah di bibirmu
Menghapus
duka yang selama ini menggelayut
Menghapus
lara yang selama ini telah kau tepis
Sore
itu,
Ingin
kulihat lagi
Pendar-pendar
bahagia
Pada
kedua mata sayumu
Malaikat
kecilku,
Kehadiranmu
dalam hidupku
T’lah
menghadirkan lautan syukur
T’lah
menyadarkanku akan arti keihlasan
T’lah
menguatkanku tentang arti kesabaran
Dan
membuatku tak mampu berkata-kata
Untuk
sebuah perjuangan
Mari,
kita tunjukkan pada mereka
Bahwa
tak ada satu pun ciptaan-Nya yang hina
Semua
sama di hadapan-Nya
Iman
dan takwa pembedanya
Mari,
tebarkan nyala yang kau punya
Agar
tiada lagi yang merasa tak berguna
Karena
Tuhan telah ciptakan semua dengan sempurna
Tak
ada cela sedikitpun atas ciptaan-Nya
Bilakah
waktunya tiba?
‘Ku
yakin engkau akan bercerita
Tentang
siapa, apa, mengapa, dan bagaimana?
Kau
bisa melewati semuanya
Dengan
hati yang sempurna
**
Bekasi,
26 Agustus 2019
Puisi ini ditulis dalam rangka Hari Anak bersama Komunitas Guru Penulis Bekasi Raya (2019). Teras Budaya: Jakarta







0 komentar:
Posting Komentar