Tak lagi kulihat pendar-pendar
bahagia
Tak lagi kudengar canda
tawa ceria
Tak lagi kurasakan
sentuhan
Tangan-tangan mungil
menggelayut manja
Masih hangat dalam
ingatanku
Dalam kesahajaan kita
maknai hidup
Berpacu dengan waktu ….
Menggantungkan cita dan
harapan
Masihkah kau mengenang
semua itu?
Masihkah kau merindukan
saat-saat bersama seperti dulu?
Atau kesibukanmu ….
Justru t’lah
menguburnya dalam-dalam
Ibu tak menyalahkanmu,
Sungguh!
Hanya saja, Ibu ingin
kau tahu
Bahwa senja t’lah
membawa
Seorang wanita, pada
semesta
**
Bekasi, 10 Oktober 2019
Puisi ini ditulis bersama Komunitas Guru Penulis Jawa Barat (2019). Cinta di Penghujung Desember. Jejak Publisher: Sukabumi







0 komentar:
Posting Komentar