Tanpa kata kita bicara
Tanpa mata kita melihat
Karena kita
Melakukannya dengan jiwa
Aku merasakannya
Meski halus, namun nyata adanya
Perlahan, namun pasti
Di balik kelembutan itu tersimpan
keteguhan
Hatiku mengatakan begitu
Namun, bilakah itu dirimu?
Sesosok yang kupinta selalu
Dalam doa dan sujudku
Allah, bilakah waktunya kian
dekat?
Apakah telah cukup bekalku ini?
Apakah telah cukup bekalku ini?
Mengarungi hidup dalam sebuah
ikatan suci
Mencari surga dalam keridhoannya
Karena ridho-Mu
Tergantung pada ridhonya
Rabb, diakah rijalun shalih itu?
Kepada diakah harus kubaktikan diriku?
Kepada diakah harus kubaktikan diriku?
Diakah yang akan menjadi imam
untuk aku dan anak-anakku?
Diakah yang akan mengajakku lebih mencintai-Mu?
Diakah yang akan mengajakku lebih mencintai-Mu?
Diakah yang akan mendidikku lebih
mengenal-Mu?
Diakah …?
**
Kalinyamatan, 30 Juli
2009







0 komentar:
Posting Komentar