Aku selalu saja begini
Terpaku, membisu
Dan hanya termangu menatapmu
Dari tempatku di sini
Lewat kata yang tak terucap
Ada selaksa pesan yang tak mampu
kumaknai
Karena di sana hanya ada duga
Dan aku tak tahu yang hakiki
Cukuplah semua duka itu
Karena angin telah menerbangkannya
Jauh, entah ke mana
Dan aku melihat bahagia
Berbinar ada di hadapanku
Haruskah aku surut kembali?
Menekuri lorong-lorong hati yang
terluka
Hanya ada air mata dan kecewa
Meski bahagia,
Kulihat sesekali menyembul di
jendela
Namun, ia kan segera sirna
Dan tawa, tak pernah lagi ada
Sejak dia menorehkan luka
Dulu, dalam waktu yang terlalu
lama
Dan aku, belum bisa melupakannya
**
Kalinyamatan, 27 Juli
2009







0 komentar:
Posting Komentar