Home

Sabtu, 14 Maret 2020

Lorong Luka




Aku selalu saja begini
Terpaku, membisu
Dan hanya termangu menatapmu
Dari tempatku di sini

Lewat kata yang tak terucap
Ada selaksa pesan yang tak mampu kumaknai
Karena di sana hanya ada duga
Dan aku tak tahu yang hakiki

Cukuplah semua duka itu
Karena angin telah menerbangkannya
Jauh, entah ke mana
Dan aku melihat bahagia
Berbinar ada di hadapanku

Haruskah aku surut kembali?
Menekuri lorong-lorong hati yang terluka
Hanya ada air mata dan kecewa
Meski bahagia,
Kulihat sesekali menyembul di jendela
Namun, ia kan segera sirna
Dan tawa, tak pernah lagi ada
Sejak dia menorehkan luka
Dulu, dalam waktu yang terlalu lama
Dan aku, belum bisa melupakannya
**
Kalinyamatan, 27 Juli 2009

0 komentar:

Posting Komentar