Home

Minggu, 15 Maret 2020

Kehilanganmu




Sahabat,
Mestinya hari ini kau ada di sini
Bersamaku,
Melewati hari-hari yang terasa menyakitkan
Namun, sebenarnya membahagiakan

Sahabat,
Mestinya hari itu aku ada di sampingmu
Mendengarkan ceritamu,
Merasakan betapa luka telah membiru
Dalam perjalanan hidupmu
Namun,
Aku tak pernah tahu sejauh itu!

Sahabat,
Mestinya saat itu aku memahami
Betapa senyum dan tawamu
Hanyalah fatamorgana
Bahkan, kau masih rela meluangkan waktu
Bercanda dan singgah ke gubukku
Seakan tak ada duka di hatimu

Sahabat,
Mestinya sore itu aku mengerti
Bahwa kau tak suka aku datangi
Bahwa kau ingin sendiri!
Melewati hari-hari tanpa kami
Kar’na selama ini
Kau t’lah tegar di atas dua kaki
Tanpa pernah membebani kami
Meski sering kami menghampiri
Sekedar ingin berbagi
Dan berbicara, dari hati ke hati

Sahabat,
Mestinya saat kutulis puisi ini
Kau ada di tengah-tengah kami
Menanti detik-detik kepergian kami
Meninggalkan Bumi Kartini

Sahabat,
Mestinya saat kubacakan puisi ini
Kaulah orang pertama yang tersenyum
Melepas kepergian kami
Meski jauh raga kami
Namun, hati kami tak ‘kan lupa ‘tuk mengingat
Kar’na di sini, kutemukan seorang sahabat
Darimu aku belajar
Darimu aku mengoreksi diri
Darimu aku bercermin
Tentang pahit getir kehidupan
Tentang ujian demi ujian
Tentang ketegaran menghadapi cobaan
Tentang kesabaran dan kebaikan
Sahabat,
Mestinya saat ini kita saling memaafkan
Mestinya saat ini kita saling mengikhlaskan
Agar ringan langkah kita
Agar terang jalan kita
Agar tak ada lagi hati yang terluka

Sahabat,
Mestinya saat aku berpamitan
Kaulah orang yang paling berat ‘tuk kutinggalkan
Kar’na kita teman seperjuangan
Menyemai ilmu di SMANEMA ini
Berbekal semangat dan harapan
Kiranya menjadi amalan yang bernilai
Di hadapan Ar Rahman

Sahabat,
Mestinya saat kulangkahkan kaki ke sana
Kaulah orang yang akan turut menemani
Perjalanan panjang tanpa persinggahan
Lewat sebait doa yang kau panjatkan

Sahabat,
Mestinya saat kuawali hari-hariku di sana
Kau di sini tetap tersenyum ceria
Kar’na jasamu,
Sebuah keluarga kecil kini t’lah berbahagia
Menemukan ketentraman yang sesungguhnya
**
Jepara, 20 Januari 2015 (mengenang sahabat seperjuanagan)

0 komentar:

Posting Komentar