Sahabat,
Mestinya hari
ini kau ada di sini
Bersamaku,
Melewati
hari-hari yang terasa menyakitkan
Namun,
sebenarnya membahagiakan
Sahabat,
Mestinya hari
itu aku ada di sampingmu
Mendengarkan
ceritamu,
Merasakan betapa
luka telah membiru
Dalam perjalanan
hidupmu
Namun,
Aku tak pernah
tahu sejauh itu!
Sahabat,
Mestinya saat
itu aku memahami
Betapa senyum
dan tawamu
Hanyalah
fatamorgana
Bahkan, kau
masih rela meluangkan waktu
Bercanda dan
singgah ke gubukku
Seakan tak ada
duka di hatimu
Sahabat,
Mestinya sore
itu aku mengerti
Bahwa kau tak
suka aku datangi
Bahwa kau ingin
sendiri!
Melewati
hari-hari tanpa kami
Kar’na selama
ini
Kau t’lah tegar
di atas dua kaki
Tanpa pernah
membebani kami
Meski sering kami
menghampiri
Sekedar ingin
berbagi
Dan berbicara,
dari hati ke hati
Sahabat,
Mestinya saat
kutulis puisi ini
Kau ada di
tengah-tengah kami
Menanti
detik-detik kepergian kami
Meninggalkan
Bumi Kartini
Sahabat,
Mestinya saat
kubacakan puisi ini
Kaulah orang
pertama yang tersenyum
Melepas
kepergian kami
Meski jauh raga
kami
Namun, hati kami
tak ‘kan lupa ‘tuk mengingat
Kar’na di sini,
kutemukan seorang sahabat
Darimu aku
belajar
Darimu aku
mengoreksi diri
Darimu aku
bercermin
Tentang pahit
getir kehidupan
Tentang ujian
demi ujian
Tentang
ketegaran menghadapi cobaan
Tentang
kesabaran dan kebaikan
Sahabat,
Mestinya saat
ini kita saling memaafkan
Mestinya saat
ini kita saling mengikhlaskan
Agar ringan
langkah kita
Agar terang
jalan kita
Agar tak ada
lagi hati yang terluka
Sahabat,
Mestinya saat
aku berpamitan
Kaulah orang
yang paling berat ‘tuk kutinggalkan
Kar’na kita
teman seperjuangan
Menyemai ilmu di
SMANEMA ini
Berbekal
semangat dan harapan
Kiranya menjadi
amalan yang bernilai
Di hadapan Ar
Rahman
Sahabat,
Mestinya saat
kulangkahkan kaki ke sana
Kaulah orang
yang akan turut menemani
Perjalanan
panjang tanpa persinggahan
Lewat sebait doa
yang kau panjatkan
Sahabat,
Mestinya saat
kuawali hari-hariku di sana
Kau di sini
tetap tersenyum ceria
Kar’na jasamu,
Sebuah keluarga
kecil kini t’lah berbahagia
Menemukan
ketentraman yang sesungguhnya
**
Jepara, 20 Januari 2015 (mengenang sahabat seperjuanagan)







0 komentar:
Posting Komentar